Yang ada hanya permemintaan saran kepada Jokowi mengenai cara memenangkan pemilu legislatif 2019. Di dalam pertemuan itu, Jokowi memberi saran agar PSI menjadi partai yang 'beda'.
"Di akhir-akhir kami memang bilang PSI punya target menang Pemilu 2019, dan beliau sampaikan tips-tips-nya," kata dia, di DPP PSI, Jakarta, Sabtu (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, ia juga menyampaikan perihal gugatan Undang-Undang (UU) tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) yang dilayangkan pihaknya.
Ketua DPP PSI Tsamara Amany, di Jakarta, 2017. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki) |
Di samping itu, Grace juga menyebut pertemuan itu murni atas inisiatif partainya dan bukan udangan langsung dari Jokowi.
"Dan Alhamdulilah, respons istana sangat baik dan kami tak menganggap [kunjungan ke istana] merupakan blunder politik," jelas dia.
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Tsamara Amany menyatakan tudingan soal keberadaan pembicaraan itu yang dilontarkan sejumlah politikus dianggap sebagai upaya merendahkan PSI dan Jokowi.
"Kalau ada beberapa politisi yang merasa, seperti cacing kepanasan yang menyatakan istana dipakai untuk politik praktis. Ini merupakan pernyataan tidak berdasar dan berlebihan dan merupakan upaya untuk menginjak kami sebagai partai baru dan upaya delegitimasi Presiden Jokowi," cetus dia.
"Penyalahgunaan kekuasaan itu. Abuse of power," kata dia.
Terpisah, politikus PKS Nasir Djamil menyarankan Jokowi meminta maaf kepada publik karena telah menggunakan Istana Negara untuk membicarakan strategi memenangkan Pemilu 2019. Nama baik Jokowi sebagai negarawan akan tercoreng jika tidak mengakui kekeliruannya.
"Menyarankan agar keduanya [Jokowi dan Grace] meminta maaf dan mengakui kekeliruannya," ucap Nasir.
Ketua DPP PSI Tsamara Amany, di Jakarta, 2017. (