"Bukan mendahului kejadian, tapi proyeksi saya poros ketiga ini mustahil terwujud," ucap politikus yang akarab dipanggil Romi ini, saat ditemui di kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Kamis (8/3).
Lihat juga:Ketum Golkar: Poros Ketiga itu Baru Skenario |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika itu, AHY menyampaikan pesan dari ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, untuk Jokowi agar sehat selalu dan melanjutkan kepemimpinannya.
Ketua Komando Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/3). (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
Kedua, Partai Demokrat mengirim AHY untuk bertemu dengan anak Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo.
Ketiga, partai berlambang Mercy itu pun mengirim AHY menemui Menko Polhukam sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto, di Jakarta, Rabu (7/3).
"Itu seperti menunjukan Demokrat tidak akan membangun poros sendiri. Poros ketiga," terangnya.
Menurut Romi, safari politik AHY mewakili Demokrat bukan sekadar untuk memperbaiki hubungan dengan partai koalisi pendukung pemerintah.
"Tetapi menunjukkan sinyal dukungan pada Pak Jokowi," cetus Romi.
Diketahui saat ini ada tiga partai yang belum mengusung calon Presiden. Mereka adalah Partai Demokrat, PKB, dan PAN. Di antara ketiga partai tersebut, Demokrat yang memiliki suara terbanyak.
"Tanpa Demokrat, poros ketiga tidak akan terwujud," imbuh Romi.
Sebelumnya, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan memastikan poros ketiga dalam Pemilu 2019 akan terbentuk.
"Poros ketiga itu keniscayaan yang harus dibentuk," kata Hinca kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/3).
(arh)
Ketua Komando Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/3). (