"Rakyat tahu mana pemimpin yang menyatukan, mana pemimpin yang membawa harapan, dan mana pemimpin yang beretorika untuk kekuasaan," kata Hasto di kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (8/3).
Selain itu, Hasto juga menilai rakyat Indonesia telah mengetahui siapa calon presiden yang terbukti mau turun dan berdialog untuk mengetahui permasalahan secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ketum Golkar: Poros Ketiga itu Baru Skenario |
"Jadi kami percayakan sepenuhnya kepada rakyat," katanya.
Lihat juga:Demokrat Tolak Poros Islam di Pilpres 2019 |
Dia mengaku tidak keberatan jika ada poros ketiga yang akan mengusung nama baru selain Jokowi atau ketua umum Gerindra, Prabowo Subianto sebagai calon presiden.
"Itu yang dihormati dalam sistem demokrasi ini," katanya.
"Poros ketiga itu keniscayaan yang harus dibentuk," kata Hinca kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/3).
Hinca mengatakan bahwa poros ketiga akan membuat demokrasi Indonesia menjadi lebih baik daripada hanya ada dua poros. (osc/sur)