Demokrat Tolak Poros Islam di Pilpres 2019

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 15:42 WIB
Demokrat Tolak Poros Islam di Pilpres 2019 Waketum Demokrat Nurhayati Assegaf mengakui partainya sepakat bentuk poros baru di pilpres 2019 asalkan bukan poros Islam seperti yang disuarakan Wasekjen PBB. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrat tidak sepakat dengan wacana membentuk poros Islam untuk menghadirkan calon alternatif dalam Pilpres tahun 2019.

Wakil Ketua Umum Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan wacana membentuk poros Islam dikhawatirkan dapat menganggu konsistensi kemajemukan bangsa saat ini.

"Itu saya kurang cocok kalau sekarang kemudian dimunculkan Islam dan non-Islam. Kami dari awal sudah sepakat dengan Bhineka Tunggal Ika," ujar Nurhyati di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/3).


Nurhayati mengaku tidak mempermasalahkan sejumlah parpol berlatar Islam membentuk koalisi untuk membuat poros baru. Namun, poros itu tidak dimaknai sebagai poros Islam.


Wacana oros Islam sempat diwacanakan oleh Ketua DPP PKB Lukman Edy. Ia menyebut PKB tidak menutup peluang membuat poros baru jika Ketum PKB Muhaimin Iskandar tidak menjadi cawapres bagi Joko Widodo atau Prabowo Subianto.

Poros baru dengan parpol Islam yang dimaksud Lukman adalah PKB, PKS, PAN, PPP, dan PBB.

"Di tengah merebaknya populisme Islam, maka partai-partai berbasis massa islam mau tidak mau harus melakukan konsolidasi agar 5 tahun kedepan aspirasi ummat ini tidak terpinggirkan lagi. Penting bagi PKB untuk menggagas pertemuan pertemuan dengan PAN, PKS, PPP dan PBB," kata Lukman kepada CNNIndonesia.com.


Terkait wacana itu, Nurhayati menilai tidak ada partai yang murni 100 persen kadernya beragama Islam. Ia mencontohkan ada keder non-Islam di PKB dan PAN. Ia melihat wacana poros Islam merupakan sebuah kebetulan dari dinamika politik jelang Pemilu.

"Di PKB pun bukan semua orang Islam dan PAN pun tidak semua. Kita sangat plural. Jangan lagi misalnya ini kebetulan PAN, PKB, dan PKS yang ini kemudian disebut poros Islam," ujar Nurhayati.

Meski tidak mendukung wacana poros Islam, Nurhayati tetap berharap tidak ada calon tunggal dalam Pilpres tahun 2019. Ia menilai perlu ada banyak calon sebagi pilihan masyarakat dalam Pilpres tahun 2019.

Nurhayati menegaskan internal Demokrat sampai saat ini belum menentukan akan berkoalisi atau membentuk poros baru di Pilpres. (DAL)