Andi Mallarangeng Sebut Poros Ketiga Pilihan Ideal Demokrat

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Minggu, 11/03/2018 13:54 WIB
Demokrat cuma punya 10,19 persen suara parlemen, sehingga untuk membentuk poros ketiga butuh sokongan partai lain untuk memenuhi syarat ambang batas pencalonan. Eks Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng menilai idealnya Demokrat membentuk poros ketiga untuk Pilpres 2019. (AFP PHOTO / BAY ISMOYO).
Bogor, CNN Indonesia -- Politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan kondisi yang ideal bagi Demokrat adalah membentuk poros ketiga dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Poros ketiga yang Andi maksud adalah gabungan atau koalisi partai politik baru di luar partai pendukung Joko Widodo atau Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) dalam Pilpres tahun depan.

"Kalau ditanya, idealnya tentu ada poros ketiga. Idealnya ya," kata Andi kepada wartawan di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat 2018, Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3).


Namun Andi melihat, wacana untuk mengusung capres sendiri tersebut terbentur dengan jumlah perolehan suara Demokrat pada Pemilu 2014 silam yang hanya berada di angka 10,19 persen. Karenanya, Demokrat butuh sokongan dari partai lain untuk menggenapi syarat ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen suara di parlemen.

"Kalau kami punya 20 persen, kami langsung usung calon presiden sekarang juga, langsung sendirian. Tapi realitisnya, kami cuma punya 10 persen," ujar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini.

Berangkat dari itu, mantan Sekretaris Dewan Pembina menyatakan Demokrat masih menjajaki koalisi partai politik jelang Pilpres 2019.

Menurutnya, proses penjajakan tersebut telah dimulai oleh Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono, dengan menemui Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Mantan narapidana kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan Dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang itu melanjutkan, AHY akan terus melakukan penjajakan, salah satunya dengan menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan pemimpin partai politik lainnya.

"Inilah esensi dari demokrasi, di mana kami sebagai partai tengah membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan partai lain. Tapi hasilnya masih berproses terus," tutur dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, mengatakan pihaknya akan fokus untuk meningkatkan elektabilitas partai dan AHY lebih dahulu hingga waktu pendaftaran pasangan capres dan cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) tiba pada Agustus mendatang.

Syarief berkata, Demokrat memasang angka 15 persen sebagai target elektabilitas partai di Pemilu 2019.

"Jadi empat atau lima bulan ini tugas seluruh kader adalah bagaimana agar bisa elektabilitas partai bisa lebih naik. Begitu pun AHY, naik juga," kata di sela-sela Rapimnas Demokrat di SICC pada Sabtu (10/3).

Lebih dari itu, anggota Komisi I DPR RI itu pun menyatakan pihaknya terus membangun komunikasi dengan semua partai politik. Termasuk dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) seputar wacana pembentukan poros baru di luar pengusung Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai capres.

"Pokoknya semua komitmen partai kami komunikasikan," ujarnya.

Wacana pembentukan poros ketiga muncul setelah Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar pertemuan di Mal Pacific Place, Jakarta, Kamis (8/3).

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, berkata masing-masing partai politik sudah menawarkan kadernya untuk dijadikan capres dalam pertemuan itu.

Hinca menyatakan wacana membentuk poros ketiga, menandingi poros Jokowi dan Prabowo dilakukan sebagai upaya menghadirkan alternatif pilihan calon pemimpin di Pilpres tahun depan.

"Poinnya makin banyak pilihan, makin bagus. Dan masyarakat punya pilihan yang baik," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/3). (osc)