Hal itu dikatakan Fuad dalam sambutannya memperingati acara "Bulan HM Soeharto" yang diselenggarakan Yayasan Damandiri dan tujuh yayasan yang dibangun Soeharto, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (11/3). Bertepatan dengan peristiwa Surat Perintah Sebelas Maret atau yang dikenal dengan Supersemar, acara tersebut diisi kegiatan-kegiatan bakti sosial seperti khitanan massal, senam keluarga, dan bazar kuliner.
"Ada masalah G30S/PKI, semua orang susah makan saat itu, politik yang tidak stabil. Di tengah kebingungan itu, Allah memunculkan Pak Harto yang mampu mengatasi masalah-masalah tersebut," kata Fuad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fuad menilai Soeharto mendapat gelar 'Bapak Pembangunan' karena mampu memberikan pembangunan yang dapat dinikmati rakyat selama puluhan tahun memimpin.
"Dari 1967 sampai 1997 kita menikmati kehidupan normal, aman, pendidikan bagus. Sehingga beliau mendapatkan gelar "Bapak Pembangunan," kata Fuad.
"Bangsa yang baik adalah bangsa yang menghormati dan mendoakan pahlawannya dalam jasa-jasanya," ujar Fuad.
Dua putri Soeharto, Titiek dan Mamiek hadir dalam acara bakti sosial 'Bulan HM Soeharto' di TMII, Minggu (11/3). (CNN Indonesia/Jonathan Patrick). |
"Hari ini kita melaksanakan khitanan massal di Masjid At-Tin. Di TMII kita hadir untuk kegiatan yang berisi pameran foto, lomba lukis, dan bazaar kuliner. Kegiatan ini diadakan sebagai wujud syukur atas apa yang telah dicapai negara di kepempimpinan beliau," kata Titiek.
Lebih lanjut, Titiek berharap pemerintah saat ini dan pemerintah yang akan datang bisa melanjutkan hal-hal baik yang telah dilakukan Soeharto.
"Seluruh kehidupan Soeharto dicurahkan untuk kesejahteraan Indonesia," kata Titiek. (osc/sur)
Dua putri Soeharto, Titiek dan Mamiek hadir dalam acara bakti sosial 'Bulan HM Soeharto' di TMII, Minggu (11/3). (CNN Indonesia/Jonathan Patrick).