Titiek Soeharto Tepis Tudingan Kebangkitan Politik Cendana

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Senin, 12/03/2018 06:18 WIB
Titiek Soeharto Tepis Tudingan Kebangkitan Politik Cendana Titiek menepis tudingan kebangkitan politik keluarga Cendana menjelang pemilu 2019. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putri Presiden ke-2 RI Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek menepis tudingan kebangkitan politik keluarga Cendana menjelang pemilu 2019.

Tudingan tersebut sebelumnya muncul setelah Partai Berkarya besutan sang adik, Hutomo Mandala Putra (Tommy) dinyatakan lolos sebagai calon peserta pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Tidak ada urusan dengan kebangkitan politik keluarga kami. Kami selamanya selalu peduli kepada kesejahteraan rakyat Indonesia," kata Titiek dalam acara Bulan HM Soeharto di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (11/3).


Titiek menegaskan keluarga Cendana selalu berusaha meneruskan cita-cita Soeharto dan pendiri bangsa untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.

"Jadi di mana pun, kapan pun, kami [keluarga Cendana] selalu berusaha untuk meneruskan cita-cita Pak Harto dan cita cita para pendiri bangsa untuk menyejahterakan bangsa Indonesia," katanya.

Titiek berpandangan eksistensi Cendana bukan hal yang baru di Indonesia. Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) dan Tommy telah memiliki sepak terjang di pemilu 2014 lewat Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) dan Partai Nasional Republik (Nasrep).

"Jadi tidak berarti baru sekarang ada partai ya. Perasaan dari dulu juga ada partainya Bu Tutut, semuanya tujuannya sama," ujarnya.

Titiek yakin keberadaan Partai Berkarya yang diketuai Tommy tidak akan mempengaruhi perolehan suara Partai Golkar. Ia melihat banyaknya partai baru yang bermunculan merupakan hal yang positif asalkan partai tersebut bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat. Menurutnya, hal ini akan membuat masyarakat memiliki banyak pilihan partai untuk menentukan siapa yang terbaik.

"Saya selalu katakan kalau kita sama-sama apapun partainya, semua tujuannya adalah kesejahteraan rakyat. Makin banyak partai selama tujuannya bagus ya kenapa tidak. Itu semua kita serahkan kepada masyarakat, nanti masyarakat yang memilih siapa yang terbaik untuk bangsa ini. Kita kembalikan lagi kepada masyarakat," katanya.

Di sisi lain, Titiek melihat wacana majunya Tommy Soeharto sebagai calon presiden mustahil. Ia menganggap hal tersebut tidak dapat dilakukan karena waktu pendaftaran calon presiden sudah dekat.

"Kalau ikut pemilu kan memang sudah KPU meloloskan Partai Berkarya. Kalau untuk penentuan calon Presiden, waktu pendaftaran sudah tinggal bulan September, tidak mungkin bisa memasukan calon yang belum disosialisasikan," katanya. (res)