Bamsoet mendatangi KPK bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Tampak pula di sana Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto hadir. Namun Ari Dono dan Moeldoko tidak menyampaikan keterangan apapun dan langsung masuk ke Gedung KPK.
Bamsoet mengaku akan mengikuti acara bertajuk KPK Mendengar. "Mengikuti acara KPK Mendengar sedikit masukan. Tugas saya kan menjaga agar suasana DPR dalam pesta demokrasi tetap kondusif," kata Bambang di Gedung KPK, Jakarta, Senin (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami membuka diri untuk memberi masukan di titik lemah mana saja yang menimbulkan moral hazard yang mendorong anggota DPR melakukan di luar kepatutan," kata Bamsoet.
Pansus Angket dibentuk setelah KPK menolak permintaan anggota dewan membeberkan isi rekaman penyidikan lembaga antirasuah terhadap anggota dewan Miryam S Haryani dari fraksi Hanura.
Saat itu, DPR meminta KPK membeberkan rekaman penyidikan yang di dalamnya diduga berisi pengakuan Miryam ditekan oleh sejumlah anggota DPR terkait kasus korupsi e-KTP.
Bambang melanjutkan bahwa kedatangannya juga terkait dengan kerja Pansus Angket yang baru-baru ini menelurkan sejumlah rekomendasi kepada KPK.
Salah satu rekomendasi dari Pansus Angket adalah pengawasan terhadap KPK oleh lembaga pengawas independen.
KPK sebelumnya telah menyebut wacana pengawasan itu sebagai hal mengada-ada. Namun Bamsoet berharap agar setiap usulan dari Pansus Angket dapat didengar oleh KPK.
Hal lain yang akan dibahas Bamsoet dan pimpinan KPK adalah soal demokrasi, terutama terkait dengan penyelenggaraan Pilkada serentak tahun ini.
"Apakah pilihan demokrasi kita berujung pada biaya yang sangat mahal bagi itu menjadi penyebab utama bagi timbulnya para calon kepala daerah, karena kita tahu calon kepala daerah paling tidak itu puluhan miliar keluar dari kantongnya," tegas Bambang.
(wis/gil)