Ahmad mengatakan ada empat merek minuman keras yang digunakan yakni McGuires, Black Label, Vodka, dan Chivas Regal.
Hal ini diungkapkan Ahmad saat bersaksi dalam sidang korupsi proyek e-KTP bagi terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ditelepon (Irvanto), suruh standby ada orang money changer katanya mau antar kirim barang," ujar Ahmad.
"Saya kirim uang ke rumah Pak Irvanto di Jalan Rambutan, rumah nenek Pak Irvanto," katanya.
"Beliau (Irvanto) bilang ada kode merah, kuning, biru, diganti nama minuman," tutur Ahmad.
Menurutnya, kode merah digantikan dengan McGuires, kemudian biru digantikan dengan vodka, dan kuning digantikan dengan chivas regal.
"Saya ingat namanya itu," ucapnya.
Dalam persidangan sebelumnya, terungkap ada catatan rincian penerima uang proyek e-KTP dengan sejumlah kode.
Kode itu berupa kuning untuk Golkar sebesar Rp150 miliar, biru untuk Demokrat sebesar Rp150 miliar, dan merah untuk PDIP sebesar Rp80 miliar. Selain sejumlah partai, dalam catatan itu juga disebut sejumlah nama yang diduga menerima jatah proyek e-KTP. (wis/gil)