Ijtima' yang dilakukan ulama-ulama tersebut akan memutuskan nama calon pemimpin di pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019 yang terbaik untuk umat Islam di Indonesia.
Rizieq mengklaim jika umat Islam saat ini sedang menanti komando para habaib untuk menentukan pilihan politik baik di level pemimpin daerah maupun presiden dan wakil presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui rekaman suara itu, Rizieq juga mengklarifikasi adanya perpecahan di tubuh GNPF Ulama. Rizieq menyebut perubahan nama dari GNPF MUI menjadi GNPF Ulama merupakan hasil musyawarah para pendiri dan pengurus GNPF dengan mempertimbangkan berbagai macam usul.
Adapun soal perubahan sistem kepengurusan dari sentralistik menjadi kolektif kolegial, Rizieq menuturkan hal itu dilakukan untuk memperkuat umat.
GNPF Ulama memang baru melakukan perubahan struktur kepengurusan.
Ustaz Bahtiar Nasir yang selama ini menjabat ketua umum organisasi itu kini digantikan Yusuf Muhammad Martak. Sementara posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Muhammad Al Khaththath menggantikan Munarman.
Rizieq menyebut isu bahwa GNPF Ulama mengalami perselisihan adalah hoaks yang bertujuan untuk memecah belah umat Islam. (dal/sur)