Isu Kebangkitan PKI Sengaja Ditiupkan di Tahun Politik

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Rabu, 07/03/2018 12:34 WIB
Isu Kebangkitan PKI Sengaja Ditiupkan di Tahun Politik Isu kebangkitan PKI dinilai pengamat politik sengaja diramaikan pada tahun politik 2018 dan 2019. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali mencuat. Presiden Joko Widodo lagi-lagi terkena imbasnya.

Di sela pembagian sertifikat tanah di Sentul, Selasa (6/3) kemarin, Jokowi mengaku bingung menyikapi fitnah yang terus disebarkan tersebut. Mantan Gubernur DKI itu heran isu keberadaan kader PKI masih dipakai hingga saat ini.

Pasalnya PKI dibubarkan pada tahun 1965, sementara ia lahir pada tahun 1961. Artinya, ia merasakan era PKI saat berusia di bawah lima tahun (balita).


Di hari yang sama, diskusi dengan tema 'Isu Kebangkitan PKI: Antara Realita atau Propaganda' yang diselenggarakan Kaukus Muda Indonesia (KMI) berakhir ricuh. Kericuhan dimulai ketika pembawa acara mengatakan akan segera memulai pembacaan deklarasi 'Stop Eksploitasi Isu Kebangkitan PKI'.

Sejumlah peserta diskusi pun protes. Alasannya, tidak ada agenda deklarasi dalam undangan yang mereka terima.


Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sudjito menilai, isu kebangkitan PKI terlalu mengada-ada. Menurut Arie, isu itu sengaja dimunculkan kembali untuk menciptakan keresahan di masyarakat.

"Isu ini memang sengaja ditiupkan, ya tentu karena tahun politik, ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melemparkan isu ini," ujar Arie kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/3).

Arie mengatakan isu kebangkitan PKI sebenarnya tak relevan lagi dimunculkan. Saat ini permasalahan yang lebih penting untuk dihadapi, kata dia, adalah kemiskinan, korupsi, ketimpangan sosial, hingga percepatan pembangunan.


Arie memprediksi isu ini akan terus 'digoreng' hingga pemilihan presiden 2019. Namun ia meyakini masyarakat sudah lebih cerdas dengan tak terjebak lebih jauh pada isu kebangkitan PKI. Ia pun menyarankan Jokowi tak perlu menanggapi lebih lanjut isu tersebut.

"Pak Jokowi sebaiknya tidak usah menanggapi. Kalau bereaksi berlebihan yang mancing itu justru senang. Padahal sudah enggak ada (PKI)," kata Arie. (DAL/kid)