Bus Premium Sepi Penumpang, TransJakarta Enggan Disebut Gagal

JNP, CNN Indonesia | Selasa, 13/03/2018 23:26 WIB
Bus Premium Sepi Penumpang, TransJakarta Enggan Disebut Gagal Pihak TransJakarta menolak anggapan sepinya bus premium Royaltrans pada hari perdana penerapan sistem ganjil genap sebagai cermin kegagalan. (CNN Indonesia TV).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Budi Kaliwono menyebut sepinya jumlah penumpang bus premium TransJakarta Royaltrans bukan cerminan kegagalan mengatasi efek pemberlakuan sistem ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

Budi mengatakan pengendara akan perlahahan-lahan menggunakan moda transportasi baru ini yang sengaja diperuntukkan sebagai alternatif bagi mereka yang kendaraannya tak bisa masuk tol karena sistem ganjil genap ini.

"Itu kan hari pertama, kemarin juga ada acara peresmian, jadi fokus peresmian dulu. Hari pertama belum bisa jadi cerminan," kata Budi di Balai Kota, Selasa (13/3).


Budi meyakini bahwa program bus premium akan berjalan dengan baik seiring peraturan sistem ganjil genap. Menurutnya sosialisasi bus premium dari berbagai pihak ini sudah dilakukan maksimal.

"Petugas kita lengkap, promosi BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) sudah luar biasa, Ketua BPTJ turun tangan langsung langsung kemarin. pak menteri perhubungan, Kapolri, Kakorlantas, pak Dishub semuanya datang," kata Budi

Menurut Budi, masyarakat harus mencoba terlebih dahulu menikmati kenyamanan yang disediakan bus Royaltrans. Apalagi dengan beragam fasilitas di dalamnya, seperti kursi berupa busa lebar dengan konfigurasi menghadap ke depan, pendingin ruangan, sampai televisi dengan layar 19 inch di belakang sopir.

PT TransJakarta menyediakan layanan bus premium itu sebagai alternatif bagi pengendara mobil pribadi ketika sistem ganjil-genap diterapkan. Tarif yang dikenakan adalah Rp20 ribu, sementara tarif bus TransJakarta reguler hanya Rp3.500.

Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan mahalnya tarif bus premium TransJakarta Royaltrans ini. Budi menegaskan tarif ini masih dalam proses pengkajian BPTJ. TransJakarta tidak dapat melangkahi BPTJ untuk mengubah tarif tersebut.

"Harga masih uji coba, kami mengikuti proses kajian BPTJ dulu. Kita tidak mungkin kasih harga lebih murah nanti menggagalkan program kebijakan," ujar Budi.

Budi mengatakan satu bus Royaltrans memiliki fasilitas 30 bangku. Ia menyebut pihaknya menargetkan satu bus dalam sekali jalan bisa mengangkut 25 orang.

Di sisi lain, Kepala Humas Transjakarta Wibowo mengatakan di shif pagi saja, jumlah penumpang dari Bekasi Barat dan Bekasi Timur berjumlah 67 orang. Jumlah penumpang mengalami peningkatan, Senin kemarin penumpang di sif pagi dan malam berjumlah 78 orang.

Angka tersebut tentu di bawah normal. Mengingat, pada hari perdana dioperasikan enam unit bus, di mana masing-masing bus bisa mengangkut sekitar 30-40 penumpang sekali jalan. (osc/arh)