Cawapres Jokowi Harus Mampu Dongkrak Elektabilitas

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Jumat, 16/03/2018 22:16 WIB
Cawapres Jokowi Harus Mampu Dongkrak Elektabilitas Siapapun dia yang menjadi cawapresnya harus mampu memberi nilai tambah terhadap elektabilitas Jokowi untuk bertarung di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo sampai saat ini masih belum menentukan ataupun memberi petunjuk siapa yang bakal mendampinginya sebagai calon Wakil Presiden pada Pemilu 2019. Siapapun itu, sejumlah pihak menilai sosok tersebut tetap harus mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Abdul Kadir Kading mengatakan elektabilitas Jokowi yang hanya berkisar 50 persen perlu didongkrak oleh cawapresnya.

"(Elektabilitas) harus angka sampai 50 lebih sehingga siapapun cawapres harus punya nilai tambah terhadap elektabilitas Jokowi," kata dia, dalam diskusi di Kantor PARA Syndicate, Jakarta, Jumat (16/3).


Hal senada juga disampaikan Sekjen Partai Nasdem Jhonny G Plate. Menurut dia, cawapres Jokowi harus bisa melengkapi elektabilitas yang telah dicapai mantan Gubernur DKI itu sampai saat ini.

"Untuk melengkapi capres menjadi lebih kuat dalam memenangkan konstestasi," ujarnya.

Selain itu, kata Jhonny, cawapres Jokowi juga harus memiliki ikatan emosi dengan eks Wali Kota Solo itu. Tujuannya, agar mudah dalam melakukan pembagian tugas. Kemudian cawapresnya juga harus mampu memahami apa yang menjadi program dari Jokowi.

Sementara itu, Ketua Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi yang menyebut cawapres Jokowi harus memiliki daya tarik dan daya terima, baik di partai politik maupun masyarakat.

Menurut Budi hal itu diperlukan untuk bisa meningkatkan elektabilitas Jokowi di kalangan masyarakat atau pemilih.

Selain itu, kata Budi, cawapres Jokowi harus satu kesatuan dengan Jokowi. Artinya, Jokowi dan pendampingnya harus bisa selaras dalam menjalankan pemerintahan.

"Jangan sampai wapres Jokowi sibuk, punya interest pribadi. (Harus) figur yang sama ikhlasnya, sama gregetnya dengan Jokowi," tutur Budi. (osc/osc)