Seperti dikutip dari Antara, dari jalur Bandung kota menuju Bandung timur atau Ujung Berung-Cibiru, kemacetan sudah mencapai Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan Jalan Suci dekat Lapangan Gasibu. Sedangkan dari arah timur menuju Bandung kota, diperkirakan kemacetan hingga mencapai Ujung Berung.
Lihat juga:Hujan Es Guyur Depok dan Bandung |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini mah hujannya tidak gede, tapi di atas (Bandung utara) hujannya besar," ujar Nandar di lokasi.
Selain menggunakan alat sederhana, dua unit mobil tank air dari Damkar diterjunkan untuk membersihkan lumpur dari jalanan. Saat ini, Diskar PB tengah melakukan pendataan mengenai korban maupun rumah yang rusak.
Lihat juga:Saksi Sejarah dari Balik Tangki Air |
Sebelumnya, Kota Bandung di bagian Timur di antaranya Ujung Berung, Arcamanik, Cisaranten, Cijambe, Bojong Koneng, dan Cicaheum mengalami hujan es pada petang tadi, sekitar pukul 16.00 WIB.
Ilham Fauzi (21), warga yang kebetulan melintas di kawasan Bojong Koneng Atas mengatakan hujan es disertai angin kencang berlangsung sekitar 20 menit.
"Satu masjid atapnya terlepas. Lokasinya di Bojong Koneng atas tepatnya di dekat De Tuik Cafe & Resort," tutur Ilham.
Sementara, Ari (35), warga Ujung Berung menuturkan sebelum turun hujan es sempat terdengar suara petir hingga beberapa kali.
"Usai itu turun hujan es sekira setengah [ukuran bola] kelereng dengan durasi 30 menit. Lalu hujan deras," ungkap Ari.
Ari menambahkan akibat hujan lebat, tanggul di Sungai Cipamokolan RT 08/06, longsor.
"Jebol perbatasan Jatihandap-Pasirlayung. Setelah 30 menit hujan turun, air mulai surut," jelasnya (hyg/kid)