Bambang beralasan tidak mungkin pemerintahan Presiden Joko Widodo yang belum sampai lima tahun sudah bisa mencaplok Indonesia sehingga ada ketimpangan penguasaan kekayaan dan tanah.
"Saya pikir ini kesimpulan yang terlalu dangkal. Itu terlalu dilebih-lebihkan menurut saya," kata Bambang saat ditemui di Jakarta, Rabu (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menjelaskan PDIP masih dipercaya masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan perolehan elektabilitas yang tinggi di beberapa survei.
Karena itu, lanjut dia, bukan saatnya mengganti rezim Pemerintahan. Saat ini pilihan paling tepat adalah melanjutkan kepemimpinan yang ada, imbuh Bambang.
Sebelumnya dalam sebuah unggahan video di Facebook Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebut Indonesia bakal bubar pada 2030. Sebabnya, ada ketimpangan penguasaan kekayaan dan tanah.
"Saudara-saudara. Kita masih upacara. Kita masih menyanyikan lagu kebangsaan. Kita masih pakai lambang-lambang negara. Gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian dimana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo Subianto dalam sebuah acara Gerindra. (osc)