Setnov Minta Airlangga Konsisten Dukung Jokowi di Pilpres

sur & CTR, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 10:00 WIB
Setnov Minta Airlangga Konsisten Dukung Jokowi di Pilpres Terdakwa korupsi e-KTP, Setnov banyak bicara terkait isu terkini politik, khususnya Pilpres 2019, menjelang sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto atau Setnov banyak berbicara soal politik jelang lanjutan sidang kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta. Setnov menanggapi kegiatan Rakernas Golkar yang hari ini dilaksanakan.

Terdakwa kasus korupsi e-KTP itu berharap agar Golkar bisa semakin berkembang dan jangan sampai kalah dengan partai lain.

"Golkar jangan sampai kalah bersaing dengan partai-partai yang sedang mengebut untuk bisa melakukan program-program," kata Setnov di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/3).

Setnov juga meminta Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dapat konsisten mendukung kebijakan pemerintah serta pencapresan Joko Widodo di Pilpres 2019.


"Pimpinan apalagi yang baru itu bisa mengikuti dan tentu saya lihat mudah-mudahan tetap konsisten mendukung pemerintah dan juga dengan calon presiden yang diusung, Pak Jokowi," ucap dia.

Selain bicara soal calon presiden, Setnov juga bicara terkait calon wakil presiden pendamping Jokowi. Berdasar informasi yang ia terima dari kunjungan kolega di rutan, belum ada nama yang muncul untuk cawapres pendamping Jokowi. Setnov menyebut, sejauh ini cawapres terbaik terbaik masih dipegang oleh Jusuf Kalla yang menjadi wakil Jokowi di Pilpres 2014.

"Kalau cawapres itu saya lihat sampai saat sekarang Pak Jusuf Kalla masih yang terbaik, dari kacamata dan informasi yang saya dapat," terang dia.

Namun, Setnov menambahkan, tak menutup kemungkinan cawapres pendamping Jokowi bisa usung dari luar Partai Golkar. Semua tergantung dinamika ke depan.

"Siapa yang terbaik dan tentu tidak harus dari dalam, kalau memang dari luar ada yang baik ya kita dukung, sebaiknya didukung," ujarnya.

Terakhir, Setnov berharap Airlangga sebagai nakhoda baru Golkar bisa ikut memilih cawapres yang bisa membawa aspirasi Golkar dan sesuai dengan capres yang didukung Golkar, yakni Jokowi.

"Saya harapkan betul-betul bisa secara hati-hati memilih, memang harus sesuai dan cocok dengan calon yang diusung. Tentu calon yang sudah punya hati sejak awal mana yang akan didukung untuk menjadi wakil kita," katanya.

Setnov hari inin akan menjalani lanjutan sidang kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Dalam sidang hari ini, Setnov diagendakan diperiksa sebagai terdakwa.

Setnov didakwa melakukan korupsi proyek e-KTP bersama sejumlah pihak. Setnov disebut menerima uang sebesar US$7,3 juta serta jam tangan merk Richard Mille dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini dan mendiang Johannes Marliem. (osc)