"Aduh saya enggak tau ya. Saya nggak dengar juga pidatonya apa dan saya bukan beliau. Jadi saya enggak tau apa yang ada di pikiran beliau," kata Titiek di arena Rakerna Golkar, Jakarta, Jumat (23/3).
Meski demikian, Titiek menyebut kondisi Indonesia yang memiliki utang hampir Rp4 ribu triliun dan terus bertambah cukup mengkhawatirkan. Kondisi ini dinilainya perlu diperbaiki. Pemerintah pun diminta lebih berhati-hati mengelola anggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titiek juga enggan menanggapi lebih jauh soal isi pidato Prabowo terkait potensi Indonesia bubar yang merujuk dari novel fiksi Ghost Fleet. "Setahu saya beliau suka baca," kata Titiek.
"Saudara-saudara. Kita masih upacara. Kita masih menyanyikan lagu kebangsaan. Kita masih pakai lambang-lambang negara. Gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo Subianto.
Prabowo menilai penyebab Indonesia bubar itu terkait dengan perilaku elite politik saat ini.
"Ini yang merusak bangsa kita. Semakin pintar semakin tinggi kedudukan semakin curang, semakin culas, semakin maling!" serunya. (agi)