Guru Besar UI dan Sandiaga Uno Kenang Jasa Probosutedjo

Mesha Mediani & RZR, CNN Indonesia | Senin, 26/03/2018 12:24 WIB
Guru Besar UI dan Sandiaga Uno Kenang Jasa Probosutedjo Foto: AFP PHOTO / JOHN MACDOUGALL
Jakarta, CNN Indonesia -- Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) Sri Edi Suwarsono menyebut mendiang pengusaha sekaligus adik Presiden Soeharto, Probosutedjo sebagai sosok yang memiliki keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan.

"Saya melihat beliau adalah sosok yang memiliki keberpihakannya kepada ekonomi kerakyatan bagi kaum pribumi sangat tinggi," kata Edi saat melayat di rumah duka, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senim (26/3).

Ekonom sekaligus suami dari Mutia Hatta itu mengatakan Probosutedjo sering mengeluarkan berbagai pernyataan yang pro terhadap pengusaha dan rakyat Indonesia. Hal itu ia wujudkan saat mendirikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia.


"Dia peduli terhadap ketertinggalannya kaum pribumi, makanya dia pernah membentuk dan memimpin HIPMI," Kata Edi.

Selain itu, Edi juga bercerita kenangan nakalnya bersama Probosutedjo ketika menunaikan ibadah umrah bersama di Mekkah, Arab Saudi.

Ia mengatakan dirinya bersama Probositedjo pernah menyelundup dan keluar dari perbatasan Arab Saudi menuju Israel setelah menunaikan ibadah umrah.

"Jadi malam-malam dia sama kita tuh nyelundup sampai ke Israel, sampai ke Tel Aviv, nakal aja kita," tuturnya.

Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Probosutedjo.

Menurut Sandi, Probosutedjo yang pernah mencetuskan ide pengembangan padi organik dengan produksi padi tanpa bahan kimia itu adalah pebisnis panutan di bidang pertanian.

"Usaha Pak Probo yang paling memiliki dampak justru di bidang pertanian yang jarang difokuskan para pengusaha sekarang," kata Sandi di Balai Kota.

Sandi berharap jasa Probosutedjo bisa dihargai dan menginspirasi anak muda untuk membangun usaha, khususnya di bidang pertanian.

"Beliau adalah sosok pengusaha, mentor, dan mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia yang mengibarkan panji-panji kemandirian bagi pengusaha," kata Sandi.

Saat ini, Sandi sedang dalam perjalanan takziah menuju rumah duka almarhum di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat menyusul Gubernur Anies Baswedan yang dikabarkan telah tiba.

Probosutedjo dikenal sebagai pebisnis sekaligus pendiri Universitas Mercu Buana melalui Yayasan Menara Bhakti.

Pria kelahiran Kemusuk, Yogyakarta, 1 Mei 1930 itu sempat menjabat sebagai bos PT Menara Hutan Buana sebelum terjerat kasus dana reboisasi hutan tanaman idustri senilai Rp100,931 miliar pada 2003 silam.

Probosutedjo meninggal dunia di usia 87 tahun, pada pada Senin pagi, di Jakarta akibat penyakit kanker tiroid.

Rencananya almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga Gedong, Kemusuk, Bantul, Yogyakarta, Senin (26/3).

Jenazah Porbosutedjo akan diterbangkan ke Yogyakarta dari rumah duka di Jakarta pada pukul 15.30 WIB. (wis)