KNPB Bantah Deklarasi Kemerdekaan Papua, 44 Aktivis Ditahan

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Rabu, 04/04/2018 14:01 WIB
KNPB Bantah Deklarasi Kemerdekaan Papua, 44 Aktivis Ditahan Ilustrasi. Polisi menangkap sejumlah aktivis Komite Nasional Papua Barat di Jayapura. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 44 orang yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan sejumlah organisasi lain ditahan di Mapolres Jayapura Kota, Rabu (4/4). Mereka ditangkap karena diduga akan melakukan deklarasi kemerdekaan Papua Barat pada Kamis (5/3).

Ketua Umum KNPB Victor Yeimo membantah tuduhan itu dan menyatakan tak pernah merancang deklarasi tersebut. Namun, kata Victor, polisi langsung menangkap sejumlah aktivis hari ini, termasuk Sekretaris Jenderal KNPB tanpa alasan yang jelas.

"Yang ditangkap 44 orang, 3 perempuan, 41 laki, termasuk anggota KNPB dan mahasiswa," kata Victor kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.



Penangkapan itu dilakukan di wilayah Perumnas III Waena, Kota Jayapura. Menurut Victor, kantor KNPB ikut dirusak saat proses penangkapan tersebut. Polisi juga menangkap mahasiswa yang masih berada di asrama.

"Tidak ada aksi apa-apa yang dilakukan KNPB dan mahasiswa, jadi polisi langsung masuk," katanya.

Victor mengatakan sehari sebelumnya, Selasa (3/4), pihaknya telah menggelar konferensi pers bahwa KNPB tidak bertanggung jawab atas selebaran yang memuat "Deklarasi Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik West Papua".

"Kami tidak pernah melakukan penyebaran itu. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi, tapi nyatanya hari ini polisi langsung datang dan menggerebek kantor kami," ujar Victor.


Dia menyatakan selama ini seluruh kemponen perjuangan Papua merdeka belum pernah membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Negara Republik Papua Barat. Victor bahkan mendesak polisi segera menangkap aktor yang menerbitkan dan menyebarkan selebaran itu.

Dalam selebaran itu disebutkan Deklarasi Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik West Papua akan diadakan di Lapangan Kali Kamwolker (Perumnas Tiga) Kamis, pukul 08.00 WIT. Di selebaran itu juga disebutkan nama tiga orang yang menjadi koordinator umum dengan dibubuhi tanda tangan.

"Deklarasi itu tidak ada sumbernya, tapi ada tiga orang yang ikut tanda tangan di situ. Kami minta polisi menangkap ketiga orang itu," tegasnya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan advokasi agar semua orang yang ditahan segera dibebaskan. Pihak KNPB juga telah mengutus pengacara untuk mendampingi mereka.

KNPB Bantah Deklarasi Kemerdekaan Papua, 44 Aktivis DitahanKetua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Victor Yeimo berdiri di depan markas. (CNN Indonesia/Giras Pasopati)
Victor menduga penangkapan kali ini juga erat kaitannya dengan baku tembak antara TNI dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Banti, Tembagapura, Kabupaten Timika, Papua. Dalam peristiwa itu, dua orang tewas dari kedua kubu.

"Ini bagian skenario polisi untuk mengalihkan opini dari isu Freeport yang sekarang ini sedang dalam operasi besar-besaran terhadap TPNPB," katanya.

Pihak OPM yang terlibat kontak senjata dengan TNI memang menuntut agar PT. Freeport Indonesia segera ditutup. Mereka menilai Freeport sebagai akar masalah di Papua.

Selain itu, Victor menduga penangkapan ini juga berkaitan dengan proses penyelenggaraan pilkada di Papua. Dia mengatakan KNPB tak ambil bagian dalam proses politik itu dan mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam semua pilkada di Papua.

Hingga berita ini diterbitkan, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal belum merespons panggilan telepon dari CNNIndonesia.com untuk menjelaskan tentang penangkapan tersebut.