Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebut mediasi dilakukan untuk mencari solusi atas polemik pemecatan Terawan dari keanggotaan IDI.
"Kami menginginkan antara MKEK IDI dan Terawan mencoba secara internal untuk dapatkan solusi. Kami ingin secara internal dulu," ujar Nila di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga tak ingin menerka solusi apa yang bakal dihasilkan dalam mediasi itu dan meminta semua pihak menunggu mediasi tersebut.
Nila pun enggan berkomentar soal metode pengobatan Digital Substraction Angiogram atau terapi 'cuci otak' yang diterapkan Terawan.
Ia menyerahkan penjelasan metode DSA yang digunakan Terawan kepada IDI selaku pengawas profesi dokter. "Yang tahu DSA untuk apa, yang tahu profesi. Kami tidak bisa jawab," ujar Nila.
Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI sebelumnya telah Dokter Terawan dari keanggotaan IDI selama 12 bulan.
IDI dalam waktu dekat akan menggelar sebuah forum internal khusus untuk memberikan kesempatan kepada Dokter Terawan membela diri.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Ilham Oetama Marsis, berdasarkan AD/ART IDI Dokter Terawan masih memiliki hak untuk mendapat pembelaan dari Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota (BHP2A) PB IDI.
"Pembelaan dilakukan di dalam forum yang disediakan khusus untuk itu," ujar Ilham dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (5/4). (wis/sur)