FOTO: Neraka 'Abadi' Bernama Citarum

CNN Indonesia | Kamis, 05/04/2018 15:57 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.

Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.
Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.
Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.
Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.
Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.
Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.
Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.
Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.
Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.
Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.
Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.
Citarum menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Namun, limbah yang tak kunjung berhenti turut menghancurkan kehidupan warga sekitar.