"Tanggal 11 belum deklarasi, (tapi) rapat koordinasi nasional, apel kader nasional, jelas dan intern. Maaf tidak ada media," kata Prabowo saat hadir dalam acara Rapat Kerja Nasional Bidang Hukum dan Advokasi DPP Gerindra di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (5/4).
Mantan Danjen Kopassus itu menyatakan deklarasi dirinya sebagai bakal Capres 2019 baru akan dilakukan bila sudah mengantongi tiket dukungan dari partai politik lain. Hal itu karena perolehan suara atau kursi Gerindra pada Pemilu 2014 lalu belum cukup untuk mengusung Capres sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo bahkan menyebut belum tentu dirinya yang akan diusung sebagai bakal Capres 2019 melihat situasi yang terus berkembang. Dia meminta masyarakat untuk sabar sebelum dirinya memutuskan maju kembali dalam perebutan kursi RI-1.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Gerindra tak ragu soal modal untuk Prabowo Subianto maju sebagai bakal calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2019.
Sufmi Dasco Ahmad. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
"Jadi kalau dukungan itu sudah ini, kami enggak ragu-ragu soal logistik. Logistik itu nomor, mungkin nomor berapa," kata Dasco.
Dasco menyatakan bila dukungan kepada Prabowo untuk maju merebut kursi RI 1, secara otomatis logistik yang terkumpul juga berlimpah. Dia mengaku heran dengan kabar yang menyebut Prabowo kekurangan modal, sehingga urung mendeklarasikan diri sebagai Capres 2019-2024.
"Kalau dibilang soal logistik itu sebenarnya untuk menggerakan, untuk menggalang, gitu loh. Kalau sudah dukungan banyak, logistik juga banyak, itu saya pikir," tuturnya.
Lebih lanjut, anggota Komisi III DPR itu enggan menyebut berapa jumlah uang yang disiapkan Prabowo untuk maju pada Pilpres 2019 mendatang. Menurut Dasco, modal yang digunakan pihaknya nanti bakal dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum.
"Kalau logistik yang nanti sesuai dengan yang kami laporkan di KPU. Itu pasti sudah kami hitung juga, bahwa itu cukup untuk kemudian dipakai program pemenangan," tuturnya.
