Tisa mendapat informasi itu dari ibunya, istri almarhum Hunaedi, Sopiah (78). Namun Tisa menyebut Sopiah belum bisa ditanyai lebih lanjut karena masih trauma.
"Menurut Ibu (Sopiah) pelakunya mengenakan baju cokelat dan bertubuh pendek," ujar Tisa di Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari sebelumnya, rumah Hunaedi sempat dimasuki maling, mengakibatkan korban kehilangan uang sebanyak Rp3,2 juta.
"Kemalingan hari Rabu (4/4), hanya hilang sekitar Rp3,2 juta, rumah bapak sempat terjadi kemalingan," ujar Didi.
Almarhum Hunaedi hanya tinggal berdua dengan istrinya di rumah itu. Didi menuturkan setelah mengetahui kejadian tersebut, keluarga berencana untuk menginap di rumah Hunaedi pada Kamis malam.
Menurut pengakuan Didi, tidak ada satupun barang-barang dari korban yang hilang setelah mertuanya dibunuh.
Polisi telah menetapkan pelaku pembunuhan di Pondok Labu dalam daftar pencarian orang atau buron. Meski demikian, Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Stefanus belum dapat menyimpulkan apakah pelaku orang dekat dari korban atau bukan.
"Sudah dinyatakan buron terhitung pelaku melarikan diri dari TKP (tempat kejadian perkara)," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/4).