"Saya rasa paling banyak itu pembangunan gedung dan alun-alun yang akan datang," kata Anton di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (10/4).
Anton menganggap kenaikan anggaran yang masuk dalam satuan kerja Sekretariat Jenderal itu masih dalam tataran wajar. Anggaran pembangunan gedung, kata dia, untuk tahap kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahap pertama, DPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp601 miliar untuk pembangunan gedung baru dan alun-alun demokrasi. Menurut Anton, anggaran itu pun sampai saat ini masih belum cair.
"Saya rasa itu tidak bisa saya jawab sekarang karena kami tunggu pagu indikatif ya. Kalau usulan bisa saja ... [kisaran] biasanya itu lebih [besar] karena tahap pembangunan ya," ujar dia.
Anton pun menampik pro kontra di masyarakat terhadap pembangunan gedung baru anggota dewan. Sebab, gedung anggota dewan saat ini dinilai tidak layak sebagai gedung pemerintahan seperti instansi negara lainnya.
"Yang pro kontra siapa? Yang mengatakan rakyat siapa? Saya wakil rakyat. Apakah kalian wakil rakyat? Yang wakil rakyat saya. Yang mengetahui kondisi saya," katanya.
Sebagaimana UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, anggota DPR periode 2019-2024 bertambah 15 orang dari 560 orang saat ini.
"Pada prinsipnya penambahan anggaran yang signifikan itu tidak ada. Hampir sama. Hanya anggaran untuk alun-alun dan gedung, dan penambahan anggota DPR 2019 yang akan datang," kata Anton.
"Tapi ini kan belum keluar. Nanti kami bahas lagi sesudah pagu indikatif ada, baru kami rinci berapa. Kami lepas dulu agar DPR memberikan ke pemerintah," ujarnya.
Pertama, satker dewan sebesar Rp4,86 triliun yang terdiri dari dua program, yaitu program pelaksanaan fungsi DPR sebesar Rp926 juta dan program penguatan kelembagaan DPR sebesar Rp3,93 triliun.
Kedua, satker Sekretariat Jenderal senilai Rp2,85 triliun. Anggaran ini terdiri dari dua program, yaitu program dukungan manajemen pelaksanaan tugas teknis lainnya Sekretariat Jenderal DPR sebesar Rp2,78 triliun, dan dukungan keahlian fungsi dewan sebesar Rp68,38 miliar. (wis/gil)