Jokowi Belum Siapkan Strategi Hadapi Prabowo di Pilpres 2019
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Jumat, 13 Apr 2018 14:06 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya belum menyiapkan strategi khusus untuk bertarung kembali dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Ini masih jauh, masih panjang," tutur Jokowi melalui keterangan resmi, Jumat (13/4).
Jokowi menyatakan saat ini masih fokus bekerja sebagai presiden dan menjalankan program-program pemerintahan.
Mantan Wali Kota Solo itu menyambut baik keputusan Gerindra yang memberikan mandat kepada Prabowo untuk kembali nyapres di Pilpres 2019.
"Kami sangat menghormati dan menghargai yang telah diputuskan Partai Gerindra mencalonkan kembali Bapak Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019-2024," ujar Jokowi.
Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapan menerima mandat dari partai Gerindra untuk kembali menjadi capres di pilpres 2019. Penjajakan sesama parpol, terutama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) semakin intens dilakukan.
Beberapa elite Gerindra menyebut deklarasi Prabowo dengan calon wakil presiden (cawapres) pilihannya nanti akan digelar di Banyumas. Namun hingga hari ini, belum ada kepastian soal deklarasi dari Prabowo sebagai capres 2019.
Dalam Pilpres 2014 silam, Prabowo kalah dengan Jokowi. Jokowi terpilih menjadi Presiden karena berhasil unggul 6,3 persen suara dari Prabowo.
(dal)
"Ini masih jauh, masih panjang," tutur Jokowi melalui keterangan resmi, Jumat (13/4).
Jokowi menyatakan saat ini masih fokus bekerja sebagai presiden dan menjalankan program-program pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat menghormati dan menghargai yang telah diputuskan Partai Gerindra mencalonkan kembali Bapak Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019-2024," ujar Jokowi.
Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapan menerima mandat dari partai Gerindra untuk kembali menjadi capres di pilpres 2019. Penjajakan sesama parpol, terutama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) semakin intens dilakukan.
Beberapa elite Gerindra menyebut deklarasi Prabowo dengan calon wakil presiden (cawapres) pilihannya nanti akan digelar di Banyumas. Namun hingga hari ini, belum ada kepastian soal deklarasi dari Prabowo sebagai capres 2019.
Dalam Pilpres 2014 silam, Prabowo kalah dengan Jokowi. Jokowi terpilih menjadi Presiden karena berhasil unggul 6,3 persen suara dari Prabowo.