Cak Imin Mengurung Diri Jika Tak Dipilih Jokowi jadi Cawapres
RZR | CNN Indonesia
Kamis, 12 Apr 2018 22:02 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku akan patah hati jika Presiden Joko Widodo tak memilihnya sebagai calon wakil presiden (Cawapres) yang mendampinginya di Pilpres 2019 mendatang.
"Saya patah hati, kunci kamar, tidur, kunci," kata Cak Imin saat ditemui di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (12/4).
Cak Imin telah resmi mendeklarasikan sebagai cawapres untuk Pilpres 2019.
Bahkan, Cak Imin sendiri telah mendeklarasikan gerakan 'JOIN' atau anagram dari 'Jokowi-Muhaimin' sebagai sarana mensosialisasikan dirinya ke masyarakat.
"Saya kan udah JOIN, Jokowi-Muhaimin," kata dia.
Jokowi sampai saat ini belum memutuskan siapa cawapres pendampingnya. Di sisi lain, Cak Imin juga disebut berpeluang mendampingi Prabowo.
Namun ia mengatakan enggan menanggapi lebih jauh soal peluangnya menjadi cawapres Prabowo yang telah resmi dideklarasikan Gerindra.
Tetap Jokowi
Cak imin mengaku tetap bulat memilih sebagai cawapres Jokowi di Pilpres 2019 ketimbang tergoda sebagai cawapres Prabowo.
Dia beralasan tetap mendukung Jokowi karena alasan historis telah mendukungnya sejak Pilpres 2014 lalu.
Selain itu, ia mengaku mendapat aspirasi dari para kiai dan ulama agar mendukung Jokowi di Pilpres mendatang.
"Amanat dari para kiai, ulama, untuk berusaha sekuat tenaga melengkapi dan menyempurnakan yang telah dilakukan Jokowi," ungkapnya. (wis)
"Saya patah hati, kunci kamar, tidur, kunci," kata Cak Imin saat ditemui di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (12/4).
Cak Imin telah resmi mendeklarasikan sebagai cawapres untuk Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kan udah JOIN, Jokowi-Muhaimin," kata dia.
Tetap Jokowi
Cak imin mengaku tetap bulat memilih sebagai cawapres Jokowi di Pilpres 2019 ketimbang tergoda sebagai cawapres Prabowo.
Dia beralasan tetap mendukung Jokowi karena alasan historis telah mendukungnya sejak Pilpres 2014 lalu.
"Amanat dari para kiai, ulama, untuk berusaha sekuat tenaga melengkapi dan menyempurnakan yang telah dilakukan Jokowi," ungkapnya. (wis)