Sekretaris Kecamatan Bojongloa Kidul Rajasa Brutu mengatakan, tulisan tersebut pertama kali diketahui oleh staf Perlindungan Masyarakat (Linmas) kecamatan yang kebetulan sedang melintas di trotoar jalan sekitar Terminal Leuwipanjang kemarin.
"Sore sekitar jam 4, Linmas melintas di jalan kemudian melaporkan ke kecamatan dan dihapus pada saat itu juga," kata Rajasa kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku kemudian sempat dibawa ke Puskesmas Kopo. Berdasarkan keterangan puskesmas, lanjut Rajasa, Wiwi merupakan orang dengan gangguan jiwa.
Setelah ditangkap Wiwi kemudian dibawa ke puskesmas untuk diperiksa dan diduga mengidap gangguan kejiwaan.
"Pelaku kadang suka salat di tengah jalan dan lebih seringnya tinggal di jalan," ujarnya.
Rajasa berharap kejadian ini tidak dipermasalahkan karena memang pelakunya orang dengan gangguan kejiwaan. Warga juga diminta tidak terpengaruh informasi yang bersifat provokatif di media sosial. (hyg/sur)