Menurutnya, dialog tersebut dapat membangun kesepahaman dalam memahami kondisi bangsa dan negara, termasuk harapan dari Partai Demokrat.
"Tentu saja kita akan mencari titik temu. Dengan dialog ini bisa dipahami apa yang menjadi harapan dari Partai Demokrat," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Rabu (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:SBY dan Wiranto Gelar Pertemuan Tertutup |
Apalagi, Hasto mengakui untuk membangun pemerintahan yang efektif, Jokowi membutuhkan dukungan banyak partai politik di parlemen pada periode kedua kepemimpinannya.
"Tetapi, apakah pertemuan tersebut akan dilanjutkan dengan kerja sama formal sebagai pengusung pak Jokowi, dinamika selanjutnya yang akan menentukan," katanya.
Namun dia menegaskan persoalan pendamping Jokowi akan dibahas lebih lanjut dengan koalisi partai pendukung dengan melihat indikator pemilu legislatif yang lalu sebagai representasi kursi di parlemen.
"Ini lah yang juga akan menentukan pola kerja sama ke depan di antara partai politik pendukung Jokowi," ujarnya.
Pertemuan SBY dan Wiranto berlangsung di kediaman SBY di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 10.30 WIB.
Keduanya tidak memberikan pernyataan apapun kepada wartawan. Namun sebelum pertemuan, Wiranto telah membantah pertemuannya dengan SBY membicarakan masalah Pilpres 2019. (wis/sur)