Cak Imin Curi Start, Airlangga Masih Kalem

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 19/04/2018 08:06 WIB
Cak Imin Curi Start, Airlangga Masih Kalem Airlangga mengaku belum saatnya aktif mempromosikan diri sebagai bakal cawapres Jokowi. (ANTARA FOTO/Biropers-Muchlis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan tak akan kalah saing dengan tokoh lain yang disebut berpeluang menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Jokowi.

Dibanding tokoh lain seperti Ketua PKB Muhaimin Iskandar, sampai saat ini Airlangga belum terlalu aktif mempromosikan diri. Namun ia tak memusingkan itu.

"Kalau kami sesuai dengan waktunya saja (mempromosikan diri). Ya, lihat langkahnya saja," ucap Airlangga di Kompleks Istana Bogor, kemarin.


Muhaimin alias Cak Imin memang paling aktif mempromosikan diri, baik lewat spanduk atau reklame, maupun secara politik.

Dalam beberapa kesempatan Cak Imin juga terlihat mendampingi Presiden Jokowi.

Kemarin, misalnya, ia mendampingi Jokowi kunjungan kerja di Bandung, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu ia berkesempatan menikmati pesawat kepresidenan bersama Jokowi.

Cak Imin bahkan mendirikan posko kemenangan JOIN, Jokowi-Muhaimin, yang sudah berada di beberapa titik Indonesia.

Selain Cak Imin, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy juga bergerak. Ia pun pernah mendampingi Jokowi dalam kunjungan kerja ke Jawa Timur dan Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Airlangga sebelumnya juga pernah mendampingi Jokowi. Pada Maret, ia sempat berolahraga pagi bersama Presiden. Menteri Perindustrian ini juga sudah mengantongi dukungan Dewan Pakar Golkar untuk mendampingi Jokowi.

"Itu kan rekomendasi, berterima kasih. Nanti diproses pada waktunya," tutur Airlangga.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengakui Airlangga masuk dalam bursa bakal cawapres Jokowi. Namun, Airlangga tidak masuk ke dalam daftar prioritas.

Hendrawan menuturkan Menteri Perindustrian itu hanya masuk ke dalam daftar panjang.

"Saya kira Pak Airlangga masuk daftar panjang," ujar Hendawan dalam pesan singkat, Rabu (18/4).

Hendrawan mengatakan PDIP saat ini sudah mengklasifikasi sejumlah nama cawapres bagi Jokowi ke dalam tiga kategori, yakni daftar panjang, daftar pendek, dan daftar prioritas.

Ia menjelaskan daftar panjang berisi para cawapres yang memenuhi syarat umum, sementara daftar pendek berisi cawapres yang memenuhi kriteria umum dan khusus.

"Dan daftar prioritas yang memenuhi kriteria umum, khusus, dan kriteria kecocokan atau kedekatan dengan capres (Jokowi)," ujarnya.



(wis)