"Di dalam ilmu politik [yang] benar, tokoh-tokoh enggak boleh tidak ada komunikasi, penting sekali. Bahwa nanti ada komitmen atau tidak, saya perlu open communication," ucapnya, saat ditanya soal keinginannya untuk berkomunikasi dengan Jokowi, di Jakarta, Kamis (19/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sama sekali belum pernah [berjumpa dengan Jokowi]. Agak aneh, kenapa belum?" aku dia.
"Begitu ketemu Jokowi pasti cair. Saya juga orang Jawa," ujar mantan Ketua PP Muhammadiyah ini.
Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
"Why not," jawabnya, saat ditanya soal kemungkinan berkomunikasi dengan Mega.
"Belum ada yang mengajukan juga. Masa saya cari-cari. Saya sudah 74 tahun juga, hampir sunset. Kalau ada ide bagus ya why not, saya respons," imbuhnya.
Dukung Infrastruktur
Menurut Amien, kegiatannya di hari tua memang banyak diisi untuk mengkritik kebijakan pemerintah. Kritik itu diakuinya sudah dilontarkan kepada pemerintah sejak era Soeharto. Menurutnya, itu merupakan pelaksanaan dari ajaran kitab suci Alquran dan demi perubahan.
"Pharaoh [Fir'aun] sudah otoriter, tidak ada yang mengatakan 'tidak'. Ini Musa muncul dan mengatakan 'tidak'. Ini menjadi bekal perubahan itu. Sesimpel itu. Saya sudah 74 tahun, tidak ingin apa-apa lagi. Saya ingin akhirat," tuturnya, yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 itu.
Hanya saja, ia menilai Jokowi terlalu berambisi dalam sektor ini. Efeknya, banyak infrastruktur yang ambruk dan ada dugaan korupsi.
"Yang sudah berhasil enggak saya kritik. Saya setuju infrastruktur itu betul, cuma overambitious. Saya bukan ekonom, tapi tahu untuk membangun itu butuh infrastruktur. Ini urat nadi ekonomi," terangnya.
Dia juga menantang Jokowi untuk tak mendiskreditkan umat Islam, selain menyerukan gerakan ganti presiden, hingga dikotomi 'partai setan-partai Allah'. (arh/pmg)
Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu. (