Gerindra Tak Khawatirkan Rencana Pertemuan SBY-Sohibul Iman

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Jumat, 20/04/2018 17:28 WIB
Gerindra Tak Khawatirkan Rencana Pertemuan SBY-Sohibul Iman Politikus Gerindra Ahmad Riza Patria menyebut pertemuan PKS dan Demokrat tak akan mengganggu koalisi partainya dengan PKS. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan partainya tidak khawatir terhadap rencana pertemuan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum PKS Sohibul Iman.

Riza yakin pertemuan itu tidak membatalkan rencana koalisi Gerindra dan PKS di Pilpres 2019.

"Kami yakin dan optimis PKS akan berkoalisi dengan Gerindra. Jadi kami tidak punya kekhawatiran yang berlebihan," ujar Riza saat dihubungi, Jumat (20/4).


Riza tidak memungkiri pertemuan antara SBY dan Sohibul akan membahas soal politik. Akan tetapi, hal itu dianggap wajar dilakukan oleh sebuah partai demi menyukseskan setiap agenda politik.

Riza lantas mengklaim Gerindra dan PKS memiliki hubungan baik secara kepartaian, salah satunya karena sama-sama menjadi oposisi. Dari kesamaan posisi itu, dia mengklaim kedua partai memiliki pandangan yang sama dalam berpolitik.

Menurut Riza pertemuan antara SBY dan Sohibul sama dengan pertemuan lain yang pernah dilakukan Gerindra.

"Jadi kami mempersilakan semua partai untuk melakukan silaturahmi, koordinasi, lobi-lobi, siapapun termasuk Demokrat," ujarnya.

Cawapres Prabowo Dibahas Bersama

Lebih lanjut, Riza menyampaikan hingga saat ini Gerindra masih terus berkomunikasi dengan PKS dan sejumlah partai lain membahas cawapres yang bakal mendampingi Prabowo.

Hingga saat ini, Riza menyebut ada 15 nama yang masuk dalam bursa cawapres bagi Prabowo.

"Untuk cawapres itu, kan, satu nama. Karena satu, kami harus ambil di antara 15 nama yang beredar selama ini. Untuk menentukan satu ini perlu terus membangun silaturahmi dengan semua partai," ujar Riza.

Riza mengatakan menentukan cawapres bukan perkara mudah. Perlu ada pertimbangan berbagai hal agar Prabowo dan cawapres yang mendampinginya bisa menang di Pilpres 2019.

Ia khawatir Joko Widodo akan terpilih kembali sebagai presiden jika penentuan cawapres untuk Prabowo dipaksakan hanya untuk mengakomodir kepentingan mitra koalisi.

"Karena ingin menang, tentu masing-masing partai sepakat yang diusung adalah capres dan cawapres yang menang, yang terbaik yang ada," kata dia. (wis)