FOTO: Jerit Isi Rimba Raya

Antara/AFP/Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 22/04/2018 18:42 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Hari Bumi diperingati setiap tahun agar manusia memahami bahwa mereka harus hidup selaras dan menjaga kelestarian alam, termasuk menjaga hutan.

Hari Bumi mulai diperingati pada 1970. Dicetuskan sebagai pengingat akan bahaya pencemaran terhadap lingkungan. (Ernest Zacharevic via REUTERS)
Seiring peradaban, erusakan lingkungan tidak bisa dibendung, termasuk di Indonesia. Hal itu disebabkan banyak hal, di antaranya perambahan hutan hingga pertambangan ilegal. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/aww/18).
Perambahan hutan secara serampangan seperti dengan membakar menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem, bahkan memicu bencana alam seperti banjir dan kekeringan. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc/18).
Pembakaran hutan juga menjadi salah satu masalah serius di Indonesia. Bahkan sampai harus bersitegang dengan negara tetangga karena polusi asap. (AFP PHOTO / JANUAR)
Kerusakan lingkungan juga membuat satwa menderita. Keberadaan mereka terancam karena lahan jelajahnya semakin sempit, serta kesulitan mendapatkan makanan. (ANTARA FOTO/Sugeng Hendratno/jhw/aww/18).
Pembukaan lahan kawasan membuat satwa di hutan semakin terusik dan terdesak. Tak jarang mereka tanpa sengaja masuk ke lahan warga dan menimbulkan konflik dengan manusia. (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/foc/18).
Dengan dalih mencari penghidupan, manusia kerap melakukan perambahan ilegal di hutan. Sebab, mereka tergiur dengan jumlah uang yang dihasilkan dari menjual kayu buat beragam kebutuhan. (ANTARA FOTO/Istafan/Irp/pd/18).
Meski berkali-kali ditangkap polisi, hal itu tidak membuat jera sindikat pembalakan liar. Hal itu juga diakibatkan oleh lemahnya penegakan hukum dan ganjaran yang relatif ringan. (ANTARA FOTO/Ardyansyah/foc/18).