Tas Sembako Jokowi Senilai Rp3 Miliar Gunakan Uang Negara

Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia | Senin, 23/04/2018 14:53 WIB
Tas Sembako Jokowi Senilai Rp3 Miliar Gunakan Uang Negara Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mengadakan lelang elektronik (e-Lelang) untuk pengadaan tas sembilan bahan pokok (sembako) bantuan Presiden. Berdasarkan situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan, proyek pengadaan itu senilai Rp3 miliar. 

Lelang tas sembako presiden ini dibuat 20 April 2018 dan diadakan oleh Kementerian Sekretariat Negara. Lelang ini diberi nama Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden dengan kode lelang 23246011.

Dalam situs LPSE, biaya pengadaan tas tersebut masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 dengan nilai pagu paket sebesar Rp3 miliar dan Harga Prakiraan Sendiri (HPS) Paket sebesar Rp600 juta. 


Presiden Jokowi dalam setiap kunjungan kerja kerap membagi-bagikan hadiah kepada warga.

Belakangan ini, aksi bagi-bagi hadiah dari Jokowi mendapat sorotan, terutama sejak potongan kupon bertuliskan Kupon Sembako Kunjungan Kerja Presiden RI berstempelkan Polri Resor Sukabumi, beredar viral di dunia maya.

Pihak Istana membantah aksi bagi-bagi sembako di Sukabumi, Jawa Barat, sebagai bagian dari kampanye menjelang Pilpres 2019. Kepala Staf Presiden (KS) Moeldoko mengatakan pembagian kupon sembako kepada masyarakat semata agar pembagian berlangsung rapi dan teratur.

"Untuk menjaga ketertiban. Jadi ada polisi, Danramil, Babinsa karena ini ada massa besar, jangan-jangan ada yang pingsan. Ini kan bisa terjadi," tuturnya.

Sementara itu Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja menyarankan Jokowi menghentikan aksi bagi-bagi sembako saat berkunjung ke daerah. Sebab menurut dia, pembagian sembako dapat diasumsikan sebagai bentuk kampanye oleh sejumlah pihak.

"Kami harapkan sekarang tidak bagi-bagi sembako," kata Rahmat di kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (10/4) lalu.

Rahman menyarankan Jokowi menyampaikan kinerja yang sudah dilakukan selama menjadi presiden ketimbang membagi-bagikan sembako ke masyarakat.

"Masyarakat kita juga bukan fakir miskin semua kan," ucapnya. (wis)