Sandi: Jokowi Bercanda Baliho Cak Imin Kalahkan Asian Games

sur & DHF, CNN Indonesia | Rabu, 18/04/2018 20:39 WIB
Sandi: Jokowi Bercanda Baliho Cak Imin Kalahkan Asian Games Sandiaga Uno mengatakan Presiden Joko Widodo mengkritik promosi Asian Games yang adem ayem. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Presiden Joko Widodo sempat melontarkan sindiran terkait promosi penyelenggaraan Asian Games 2018. Jokowi, kata Sandi, lebih sering melihat baliho Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai calon wakil presiden daripada promosi Asian Games.

Sindiran itu dilontarkan dalam rapat terbatas di Istana Bogor. Sandi mengatakan Jokowi menyampaikan hal itu karena publikasi Asian Games belum masif untuk membangkitkan animo masyarakat.

"Presiden sempat joking, 'Saya lebih sering lihat billboard Cak Imin, billboard politisi-politisi, daripada billboard Asian Games," kata Sandi di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta, Rabu (18/4).



Sandi menambahkan Jokowi sempat mengkritik promosi Asian Games yang adem ayem pada 120 hari jelang penyelenggaraan. Padahal Jokowi menginginkan gelaran ini jadi pusat perhatian publik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai tuan rumah akan mengintensifkan promosi lewat gelaran seperti ulang tahun Jakarta dan Festival Ramadan.

Selain itu, kata Sandi, pihaknya juga akan mempromosikan sampai ke kampung-kampung lewat beberapa acara.

"Di 44 kecamatan ada yang naik sepeda finis di Monas. Kami akan dukung Festival Asian Games di Monas. Kami akan dengungkan Asian Games ini," ujar Sandi.


Sebelumnya, Jokowi mengeluhkan minimnya promosi Asian Games 2018 hingga kini. Menurutnya, perhelatan empat tahunan ini belum dipromosikan secara maksimal baik di media nasional maupun internasional.

"Saya lihat dari sisi promosi Asian Games baik di media nasional maupun internasional belum ada pergerakan signifikan. Saya minta benar-benar diperhatikan," ujar Jokowi di Istana Bogor, hari ini.

Selain Sandiaga Uno, rapat itu juga dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja.

(pmg)