Kebakaran Sumur Minyak Aceh Diduga karena Puntung Rokok

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 25/04/2018 10:34 WIB
Kebakaran Sumur Minyak Aceh Diduga karena Puntung Rokok Ilustrasi api di sumur minyak. (Syifa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakapolres Aceh Timur Kompol Apriadi mengatakan api yang menyulut kebakaran di sumur minyak diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang oleh seseorang ke parit yang mengandung minyak.

"Sumber awal bukan dari pipa [yang dilas], tapi dari aliran parit. Kemungkinan ada masyarakat yang merokok, buang puntung, lupa, sehingga terjadi sambaran. Bukan minyak saja [isinya], ada gas, minyak, campur air. Asal mulanya dari parit, [dekat] kandang ayam," tutur dia, saat dihubungi CNN Indonesia TV, Rabu (25/4).

Menurutnya, warga di sekitar sumur minyak ilegal terbiasa untuk mengejar tumpahan minyak atau dalam bahasa setempat disebut 'leles'.


"Ini kebiasaan, leles, ambilin minyak-minyak yang jatuh di aliran parit, ada yang merokok, lupa, dibuang, sehingga terjadi api," tuturnya.

Kapolres Aceh Timur Wahyu Kuncoro mengatakan pihaknya sudah mengevakuasi seluruh warga dengan radius 500 meter dari sumur minyak tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi ledakan yang mungkin terjadi. SebabHal itu memungkinkan karena ada gas di dalam sumur itu.

"Ketinggian api 75-100 meter. Dikhawatirkan terjadi ledakan jika tidak cepat ditangani," ucapnya.

Ia memastikan bahwa hal itu bukan kecelakaan kerja. Sebab, korban kebanyakan merupakan warga yang menampung tumpahan minyak.

Sebelumnya, sumur pengeboran minyak ilegal yang dikelola masyarakat di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur terbakar. Sebanyak 10 orang dilaporkan meninggal dan sekitar 40 orang dalam keadaan kritis.

(arh/ugo)