"Sumber awal bukan dari pipa [yang dilas], tapi dari aliran parit. Kemungkinan ada masyarakat yang merokok, buang puntung, lupa, sehingga terjadi sambaran. Bukan minyak saja [isinya], ada gas, minyak, campur air. Asal mulanya dari parit, [dekat] kandang ayam," tutur dia, saat dihubungi CNN Indonesia TV, Rabu (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Aceh Timur Wahyu Kuncoro mengatakan pihaknya sudah mengevakuasi seluruh warga dengan radius 500 meter dari sumur minyak tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi ledakan yang mungkin terjadi. SebabHal itu memungkinkan karena ada gas di dalam sumur itu.
Ia memastikan bahwa hal itu bukan kecelakaan kerja. Sebab, korban kebanyakan merupakan warga yang menampung tumpahan minyak.
Sebelumnya, sumur pengeboran minyak ilegal yang dikelola masyarakat di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur terbakar. Sebanyak 10 orang dilaporkan meninggal dan sekitar 40 orang dalam keadaan kritis.