Serapan APBD DKI Rendah, Sandi Salahkan Persaingan Pengusaha

DHF, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 15:13 WIB
Serapan APBD DKI Rendah, Sandi Salahkan Persaingan Pengusaha Sandiaga Uno angkat bicara soal salah satu penyebab serapan APBD DKI rendah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyalahkan para pengusaha atas rendahnya penyerapan anggaran penerimaan dan belanja daerah (APBD) tahun 2018.

Sandi menuding ada persaingan tidak sehat antar para pengusaha dalam persoalan tender proyek-proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Salah satu aktor utama terlambat penyerapannya ya teman-teman juga. Betul enggak? Ayolah ngakulah jangan ada dusta di antara kita. Saya dulu pengusaha juga," ujar Sandi saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI Jakarta, di Jakarta Pusat, Kamis (26/4).



Sandi menyindir para pengusaha yang hadir dengan mengutip lirik Himne Kadin yang menyebut pengusaha berjiwa ksatria. Namun hal ini tak tercermin dari proses-proses lelang yang berlangsung.

Sandi menyebut banyak lelang proyek yang sudah dimenangkan sebuah perusahaan, lalu harus diulang kembali karena ada protes dan gangguan dari perusahaan yang kalah. Hal itu yang menurut Sandi menjadi penyebab proyek-proyek Pemprov mandek.

"Pengadaan barang dan jasa enggak bisa proceed karena digangguin sama perusahan-perusahaan yang kalah. Bener enggak? Ayo dong benar. Ngaku gitu loh. Kita buka-bukaan aja," tutur Sandi.


Sandi mengatakan pihaknya sedang membenahi sistem penyerapan anggaran agar tidak menumpuk di waktu akhir.

"That's not sustainable, banyak kecelakaan terjadi kalau kita misalnya ditumpuk di akhir daripada anggaran kita," Sandi menyampaikan.

Seperti dilansir data publik.bapedadki.net, realisasi penyerapan belanja langsung-tak langsung baru Rp6,3 triliun dari total APBD Rp71,1 triliun atau 8,8 persen.

Angka penyerapan ini sangat jauh dari target Sandiaga agar serapan APBD DKI 2018 mencapai Rp20 triliun tiap kuartal.

(DAL)