Nasib Saham DKI di Pabrik Bir Diputuskan Pekan Depan

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 07:13 WIB
Nasib Saham DKI di Pabrik Bir Diputuskan Pekan Depan Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan akan melakukan kajian internal terlebih dulu sebelum memutuskan pelepasan saham di PT Delta Djakarta. (CNN Indonesia/Rebeca Joy Limardjo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengatakan kajian yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam rangka pelepasan saham dari PT Delta Djakarta akan selesai sepekan lagi. Menurut dia hal itu nantinya bakal menjadi dasar untuk memutuskan nasib kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di perusahaan pembuat bir itu.

"Ini akan selesai dalam satu minggu ke depan dan akan kami sampaikan," kata Sandi di Kawasan Monas, Jakarta, Rabu (25/4).

Menurut Sandi, kajian internal dilakukan untuk memastikan apakah kepemilikan saham di perusahaan bir itu sesuai dengan visi misi Pemprov DKI, yang tercantum dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).



Sandi juga menyatakan dia telah bertemu dengan para petinggi PT Delta Djakarta guna membahas posisi saham Pemprov DKI Jakarta. Ia pun menyebut pihak perusahaan telah memahami posisi dari Pemprov DKI.

"Satu lagi milestone sudah tercapai, yaitu komunikasi dengan mitra dan mitra sudah mengerti posisi kami seperti apa," ujar Sandi.

Di sisi lain, kata Sandi dalam pertemuan tersebut dirinya juga mengapresiasi kinerja PT Delta Djakarta tahun lalu. Apalagi, lanjutnya tahun lalu pembagian keuntungan (dividen) diterima oleh Pemprov DKI Jakarta dari PT Delta Djakarta mencapai Rp40 miliar.


"Tahun lalu kami terima dividen sekitar Rp40 miliar dan akan dibayarkan di RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) ini," ucap Sandi.

Sandi menyatakan Pemprov DKI Jakarta akan mengikuti perintah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, supaya melepas kepemilikan saham dari PT Delta Djakarta. Namun, Sandi menyebut masih terus mengkaji proses pelepasan saham tersebut agar dapat dilakukan secara transparan.

"Kami lagi hitung bagaimana prosesnya ini bisa lebih transparan ke depan dengan konsep good corporate governance," kata Sandi. (ayp/ayp)