Hal itu disampaikan merepons Persatuan Alumni 212 yang mengklaim umat Islam bisa membenci Jokowi jika mengkriminalisasi ulama.
"Selama ini, sepanjang saya tahu hubungan Pak Presiden dengan para ulama baik-baik saja. Tidak ada alasan umat membenci Pak Jokowi," kata Johan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Joko Widodo bertemu PA 212. (Dok. Istimewa) |
Al Khaththath menyatakan Alumni 212 saat bertemu Jokowi meminta pemerintah menghentikan kriminalisasi terhadap ulama, seperti pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan dirinya sebagai tersangka makar.
Jokowi, kata Al Khaththath, bakal merugi jika tidak menghentikan kriminalisasi terhadap ulama.
Mantan juru bicara KPK ini juga menegaskan pertemuan Presiden bersama PA 212 di Istana Bogor, akhir pekan lalu, tak berbeda dengan pertemuan sebelumnya antara Jokowi dengan sejumlah ulama dari berbagai wilayah Indonesia.
"Itu bentuk presiden memberi penghargaan kepada ulama," ucap Johan. (wis/gil)
Presiden Joko Widodo bertemu PA 212. (Dok. Istimewa)