"Sudah pasti kalah lah Sri Mulyani. Udah kalah. Saya juga berani melawan Sri Mulyani berdebat dalam beberapa hal," kata Fadli di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (30/4).
Soal keberaniannya berdebat menghadapi mantan Direktur Keuangan IMF itu, Fadli tidak khawatir meski tidak memiliki latar belakang ekonomi seperti Sri Mulyani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu juga tidak gentar dengan reputasi Sri Mulyani yang meraih predikat sebagai menteri terbaik di dunia.
Fadli diketahui sering mengkritik Sri Mulyani di lini masa Twitter. Salah satunya ketika Sri Mulyani mendapat predikat menteri terbaik di dunia.
Fadli menganggap Sri Mulyani tak bisa menjaga nilai tukar atau kurs rupiah yang tertekan dari dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa waktu terakhir.
Rizal Ramli telah menyatakan kesiapannya debat terbuka soal utang luar negeri dengan Sri Mulyani.
Persoalan utang luar negeri Indonesia yang diklaim mencapai Rp4.000 triliun menjadi amunisi kelompok oposisi untuk mengkritik pemerintah.
Rizal sempat menyebut masyarakat dirugikan keputusan Sri Mulyani yang tak bisa menegosiasikan bunga utang menjadi lebih murah, sehingga membuat bunga utang yang diperoleh Indonesia tinggi dan penerimaan pajak dari masyarakat banyak disedot untuk membayar bunga utang tersebut.
(gil)