Gerindra Tantang Jokowi Minta KPK Buka Rekaman Rini-Dirut PLN

SAH, CNN Indonesia | Selasa, 01/05/2018 04:30 WIB
Gerindra Tantang Jokowi Minta KPK Buka Rekaman Rini-Dirut PLN Gerindra mendesak Jokowi meminta KPK periksa percakapan Rini dan Sofyan. (M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mempertanyakan keberanian Presiden Joko Widodo untuk mengungkap rekaman utuh percakapan antara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Tbk Sofyan Basir.

Ferry mengatakan Jokowi harus meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka secara jelas isi percakapan yang masuk kategori skandal itu.

"Itu sih harus dibuka pak Jokowi sekarang berani enggak itu minta kepada KPK untuk buka percakapan itu, karena percakapan itu jelas skandal," kata Ferry di Pakubuwono, Jakarta Selatan, Senin (30/4).



Menurutnya permasalahan soal rekaman ini harus segera diselesaikan dan dibuka kepada publik. Pasalnya saat ini pemerintah tengah dihadapkan ke berbagai masalah mulai dari kenaikan harga bahan pokok, hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terdrpresiasi hingga Rp13.877.

"Masalah ini dituntaskan, cepat dibuka ya biar tahu yang sebenarnya seperti apa karena ada tugas berat di pemerintahan ini. Jangan kebanyakan kampanye lah pak Jokowi ini. kalau sudah Rp15 ribu jatuh loh ini presiden," terangnya.


Lebih lanjut, kata Ferry, kasus rekaman Rini Soemarno ini dapat mempengaruhi elektabilitas Jokowi di pilpres 2019. Menurutnya berdasarkan survei dari Median, elektabilitas Jokowi hanya mencapai 36 persen itu pun sebelum kasus ini mencuat ke publik.

"Menurut saya elektabilitas pak Jokowi bisa saja turun, kalau yang kemarin menurut median 36 persen sekarang mungkin cuma 30 persen," katanya.


Kendati begitu, ia menampik hal ini menjadi keuntungan buat partainya. Ia menekankan pihaknya ingin menang secara ksatria dan tidak akan memanfaatkan isu ini.

"Ya enggak ada (keuntungan buat Gerindra) itu kan nanti kami ingin menang secara ksatria," kata dia. (DAL/DAL)