Erupsi Gunung Agung Picu Hujan Abu, Bali Disebut Masih Aman

Arif Hulwan Muzayyin, CNN Indonesia | Selasa, 01/05/2018 09:45 WIB
Erupsi Gunung Agung Picu Hujan Abu, Bali Disebut Masih Aman Seorang warga menikmati pemandangan erupsi Gunung Agung, November 2017. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung Agung, Bali, disebut mengalami erupsi pada Senin (30/4) pukul 22.45 WIB. Tinggi kolom abu mencapai 1.500 meter. Namun, Bali disebut masih dalam kondisi aman.

"Meski erupsi masyarakat tetap tenang. Hujan abu tipis di Sawan Singaraja. Tidak ada masyarakat yang mengungsi. Kondisi Bali aman dan tetap nyaman," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan singkat, Selasa (1/5) pagi.




Berdasarkan keterangan Pos Pengamatan Gunung Agung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), lanjut Sutopo, erupsi itu membuat gempa selama 172 detik dengan amplitudo maksimum 23 milimeter.

"Erupsi hanya sesaat. Tidak ada erupsi susulan. Angin mengarah ke Barat," ujar Sutopo.

Meski begitu, pihaknya menyebut kategori peringatan penerbangan atau Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) ada pada level oranye. Artinya, masih perlu diwaspadai.

"Pagi ini Gunung Agung nampak cerah. Tidak ada asap keluar dari puncak kawah. Kondisi kegempaan dan vulkanik masih aman," ungkapnya.

Sutopo mengatakan kondisi Gunung Agung yang masih mengalami erupsi masih terbilang wajar.

"Namanya gunung api status Siaga [level 3] masih dimungkinkan terjadi erupsi. Tapi tidak membahayakan selama masyarakat berada di luar radius 4 km. Jadi, Bali tetap aman," ucap dia.

Sebelumnya, Gunung Agung mengalami erupsi pada Selasa (13/2) dengan tinggi kolom abu sekitar 1.500 m. Usai erupsi, hujan abu tipis terjadi di Dusun Pandan Sari, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali.

(nat)