"Saya dapat kabar Presiden baru mendarat, dan beliau meminta 10 orang [pengurus Hanura] untuk bertemu di [Hotel] Novotel," kata OSO, yang merupakan Ketua Umum Partai Hanura, di akhir sambutan pembukaan Rakernas itu, di Riau, dikutip dari Antara.
Namun, OSO tidak menjelaskan alasan pembatalan kedatangan Jokowi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa saat kemudian, Rakernas langsung dipimpin oleh OSO. Jokowi pun tidak kunjung hadir.
Selain Rakernas, Presiden juga direncanakan melakukan peluncuran program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabuaten Rokan Hilir, Riau.
Selanjutnya, Presiden akan menghadiri sejumlah kegiatan termasuk peringatan Harlah Nahdatul Ulama (NU) ke-92 di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru.
Diketahui, Partai Hanura masih terpecah antara kubu Ketum OSO dan kubu Ketum Daryatmo.
Kuasa hukum Hanura Kubu Daryatmo, Adi Warman, menyatakan OSO tidak dapat melakukan kegiatan politik atas nama Hanura, termasuk Rakernas di Pekanbaru, Riau.
"Berdasarkan hukum, menurut penetapan PTUN kegiatan tersebut adalah ilegal dan bertentangan dengan hukum," ujar Adi saat konferensi pers di kawasan Slipi, Jakarta, Senin (7/5). (arh/gil)