"Hasil UN ini selanjutnya akan dianalisis untuk mendiagnosa topik-topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah untuk setiap mata pelajaran UN," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno, di kantornya, Rabu (9/5).
Menurut Totok, hasil analisis itu bakal didistribusikan ke semua Dinas Pendidikan buat ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menyatakan yang perlu dilakukan dalam proses penilaian adalah menindaklanjuti hasil telaah itu. Hamid berjanji akan menjadikan hasil diagnosis sebagai salah satu acuan dalam pembuatan kebijakan peningkatan proses pembelajaran.
"Satu hal positif yang perlu dicatat adalah hasil UN tahun ini semakin memberikan gambaran apa adanya tentang salah satu hasil belajar para siswa. Sehingga, hasil UN tersebut bisa dijadikan pijakan yang lebih meyakinkan untuk perbaikan kualitas pendidikan ke depan," ujarnya.
Lihat juga:KPAI: UNBK Molor Pengaruhi Psikologi Anak |
Muhadjir berkeras soal-soal UN yang menuntut penalaran sudah harus diperkenalkan kepada para peserta didik.
"Ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk menyesuaikan secara bertahap standar kita dengan standar internasional, antara lain seperti standar Program for International Student Assessment (PISA)," kata Muhadjir. (ayp/gil)