"Kami menghimbau elit politik untuk tidak komentar yang memperkeruh suasana. Peristiwa ini jangan dipakai untuk kepentingan politik, ini harga yang dipertaruhkan masa depan bangsa," kata Wakil Sekjen PGI, Pendeta Krise Anki Rotti, dalam jumpa pers pada Minggu (13/5).
PGI mengimbau para pemimpin agama mewaspadai tindak kekerasan melalui khutbah atau dakwah. Krise juga meminta supaya masyarakat tidak memberi kesempatan dan simpati bagi pelaku teror dengan, menyebar foto maupun video kejadian atau korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tujuan teroris. Mari kita sebarkan kasih dan damai bukan kekerasan," katanya.
Sementara itu, Romo Agus dari KWI mengatakan buat menghadapi terorisme harus diimbangi dengan sikap waspada dan menekan rasa takut. Dia juga meminta pemerintah serius menangani hal itu, terutama meningkatkan upaya pencegahan.
Kepolisian Daerah Jawa Timur melaporkan sembilan orang meninggal dan 40 korban luka-luka, dua di antaranya polisi. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). (ayp)