15 Menit Menegangkan saat Teroris Menyerang Mapolda Riau

Anugerah Perkasa, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 14:35 WIB
15 Menit Menegangkan saat Teroris Menyerang Mapolda Riau Seorang wartawan lokal menceritakan detik-detik penyerangan terduga teroris ke Mapolda Riau pada pagi ini. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang wartawan lokal menceritakan detik-detik penyerangan terduga teroris ke Mapolda Riau pada pagi ini.

Dodi Vladimir, fotografer untuk Tribun News, menuturkan dirinya bersama wartawan lainnya tengah menunggu konferensi pers tentang pengungkapan sabu 42 kilogram dan ribuan butir ekstasi di Mapolda Riau.


Dia menyatakan saat itu dirinya bersama dengan wartawan lainnya sudah datang sebelum 09.00 WIB. Namun tiba-tiba Dodi mendengar suara mengagetkan dari pintu masuk.


"Brak. Ada mobil menabrak sepeda motor yang parkir," kata dia ketika dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (16/5).

Dia menyaksikan langsung ada mobil menerobos masuk penjagaan Mapolda Riau, dan ada orang keluar dari mobil itu membawa samurai. Dodi menuturkan sebagian terduga teroris itu berhasil melukai anggota kepolisian, sedangkan mobil pun menabrak anggota polisi dan wartawan TV One dan MNC TV.

Berhasil Dilumpuhkan


Dodi memaparkan polisi akhirnya berhasil melumpuhkan aksi terduga teroris tersebut. Menurut hitungannya, aksi tersebut berlangsung sekitar 15 menit lamanya.

"Wartawan TV One yang luka parah," katanya.

Berdasarkan keterangan polisi, sekelompok terduga teroris melakukan penyerangan ke Mapolda Riau pada pagi ini. Ada satu anggota polisi meninggal, serta dua personel lainnya dan seorang jurnalis terluka.


Penyerangan dimulai sekitar 09.00 WIB.

"Ada sebuah mobil yang menerobos ke Mapolda Riau. Mobil Avanza dengan plat nomor BM 1192 SQ," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat jumpa media di Mabes Polri.

Mobil yang menerobos gerbang Polda Riau sempat dihalangi oleh anggota Polda Riau. Empat terduga teroris kemudian keluar dari mobil tersebut dan menyerang dengan senjata tajam berupa samurai, menyebabkan dua aparat terluka. (asa)