Delapan poin tuntutan itu disampaikan Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif kepada Fadli saat pertemuan. Satu di antaranya terkait kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat tengah pekan lalu.
"Pertama, DPP PA 212 mendesak DPR RI untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob," ujar Ketua PA 212, Slamet Maarif dalam pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian PA 212 meminta DPR untuk segera memanggil Kapolri Tito Karnavian dan meminta penjelasan terkait serangan-serangan teror yang berdampak negatif terhadap Islam.
Poin keenam, meminta DPR mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk memboikot produk-produk asal Israel dan Amerika Serikat.
Tuntutan terakhir, mendesak Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bulan Bintang (PBB) untuk segera mendeklarasikan diri secara terbuka sebagai koalisi permanen menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.
Berkas delapan poin tuntutan tersebut lalu diserahkan oleh Slamet kepada Fadli dalam pertemuan yang berlangsung di gedung Nusantara III tersebut. (osc/sur)