Bukan Cuma di Jabar, PA 212 Ingin Semua Kasus Rizieq Disetop

Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Jumat, 04/05/2018 16:03 WIB
Bukan Cuma di Jabar, PA 212 Ingin Semua Kasus Rizieq Disetop Persaudaraan Alumni 212 berharap polisi menghentikan semua kasus Rizieq Shihab. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin mengapresiasi langkah Polda Jawa Barat yang menghentikan kasus dugaan penistaan Pancasila dengan tersangka Rizieq Shihab. Namun, dia meminta agar semua kasus Habib Rizieq di kepolisian dihentikan.

"Ada tujuh laporan dengan 14 pelapor di Polda Jabar dan Polda Metro Jaya. Jadi harus ada SP3 seluruhnya," kata Novel kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/5).

Sejumlah kasus yang menjerat Rizieq Shihab diantaranya kasus dugaaan penistaan agama yang dilaporkan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia. Kemudian perkara dugaan konten pornografi. Kedua laporan tersebut ditangani Polda Metro Jaya.

Novel berharap Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, dan Kapolri mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan(SP3) atas laporan itu.

"Tidak ada bukti atau lemah buktinya," kata Novel.
Sementara itu terkait kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi, Novel belum dapat memastikan.

"SP3 Polda Jabar belum bisa memulangkan Habib Rizieq dari Arab Saudi," katanya.

Rizieq berada di Arab Saudi sejak tahun 2017, sepekan sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi. Perwakilan persaudaraaan Alumni 212 berulangkali mendesak pemerintah agar menghentikan kriminalisasi terhadap ulama, termasuk kasus Rizieq Shihab.

April 2018, sebanyak 11 ulama perwakilan PA 212 bertemu presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Mereka meminta Jokowi untuk menghentikan kasus ulama.

Setelah pertemuan itu, Polda Jawa Barat menghentikan perkara Rizieq. Tapi, Polda mengklaim telah menerbitkan SP3 sejak bulan Maret, jauh sebelum pertemuan tim 11 ulama alumni 212.



(ugo)