Alumni 212 Tegaskan Tak Ada Barter Kasus Rizieq-Sukmawati

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Jumat, 04/05/2018 18:33 WIB
Alumni 212 Tegaskan Tak Ada Barter Kasus Rizieq-Sukmawati Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persaudaraan Alumni 212 menegaskan tidak ada pertukaran atau barter kasus dalam penghentian perkara dugaan penistaan Pancasila dengan tersangka Rizieq Shihab.

Alumni 212 juga menyatakan tidak akan mencabut laporan ke polisi tentang dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri.

"Kami tidak akan mencabut laporan karena kalau kasus Habib Rizieq bukti lemah. Tapi kalau Sukmawati ini terbukti, bahkan lebih parah dari Ahok," ucap Juru Bicara alumni 212 Novel Bamukmin saat ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (4/5).


Kasus dugaan penistaan Pancasila dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri, namun kemudian dilimpahkan ke Polda Jawa Barat. Putri Presiden pertama Indonesia Soekarno itu menuding Rizieq melontarkan kata-kata yang tidak pantas terkait Pancasila tahun 2016.
Selang dua tahun kemudian alumni 212 balik melaporkan Sukmawati dalam kasus dugaan penistaan agama. Puisi Sukmawati berjudul Ibu Indonesia dianggap melecehkan umat Islam.

Selain itu, Novel meminta polisi agar menghentikan semua kasus yang menimpa imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu. Rizieq dilaporkan oleh 14 orang dalam tujuh laporan di Polda Jabar dan Polda Metro Jaya.

"Kami juga minta Kapolri keluarkan SP3 seluruhnya, karena masih ada kasus lain yang belum di-SP3. Jadi tidak cukup Habib Rizieq pulang karena masih ada yang belum di SP3," ujar

Menurut Novel, penghentian kasus Rizieq terkait dugaan penodaan lambang negara minim bukti. Sebab, ceramah Rizieq yang menyebut soal pancasila berasal dari hasil thesisnya sendiri.

"Sangat minim bukti dan tidak ada kaitannya karena (ceramah) itu thesis Habib Rizieq yang harus dijawab dengan thesis juga," katanya.
(ugo)