Tiga Elite Gerindra-PKS Tentukan Cawapres Prabowo

Ramadhan Rizki Saputra, CNN Indonesia | Jumat, 18/05/2018 13:33 WIB
Tiga Elite Gerindra-PKS Tentukan Cawapres Prabowo Penentuan cawapres bagi Prabowo Subianto disebut berada di tangan tiga elite Gerindra dan PKS, yakni Prabowo, Sohibul Iman, dan Salim Segaf Al Jufrie. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menyatakan keputusan akhir soal calon wakil presiden yang bakal diusung pihaknya ada di tangan tiga tokoh, yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Ketua Mejelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufrie.

Hal itu ia sampaikan untuk merespons siapa teka teki tokoh yang bakal menjadi cawapres Prabowo.

"Itu rahasia tiga orang; Pak Prabowo, ustaz Salim dan Pak Sohibul. Siapapun yang didorong harus ada kesepakatan tiga orang itu," kata Desmond, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/5).



Ia mengaku belum mengetahui sejauh mana pembahasan cawapres antara ketiga elite parpol tersebut.

Pastinya, kata Desmond, pemahanan politik antara Gerindra dan PKS sudah searah dalam menentukan tokoh yang bakal menjadi cawapres Prabowo.

"Ini sudah kesatuan pemikiran yang sama. Kapan deklarasinya? kita serahkan ke tiga orang itu," ucap dia.
Tiga Elite Gerindra-PKS Tentukan Cawapres PrabowoDesmond Junaidi Mahesa mengatakan cawapres Prabowo nantinya ditentukan oleh tiga petinggi partai PKS dan Gerindra. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Desmond juga mengatakan Gerindra dan PKS masih menunggu momentum untuk mendeklarasikan tokoh yang bakal menjadi cawapres Prabowo. Salah satunya momentumnya adalah pengumuman cawapres bagi Jokowi.

"Masa kita duluan mendeklarasikan, tapi Pak Jokowi belum? Kan jelas dari statement-nya Pak Prabowo, [cawapres diumumkan] setelah Pak Jokowi mengumumkan siapa cawapresnya," ungkap dia.

Desmond juga membantah pernyataan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang mengatakan sudah ada pengerucutan kandidat cawapres menjadi lima nama.


Menurutnya, hal itu bukan sikap resmi parpol. melainkan hanya pendapat individu.

"Kan yang jadi soal ini pendapat yang sifatnya individual anggota partai masing-masing, Ini keinginan anggota yg sifatnya individual ini hanya untuk mempercepat semua proses," pungkasnya. (arh/gil)