20 Tahun Reformasi

FOTO: Sudut Glodok yang Tak Pernah Bangkit Usai Reformasi

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Senin, 21/05/2018 13:22 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kawasan Pintu Besar Selatan, Glodok, tak pernah benar-benar bangkit seusai diterjang kerusuhan dan penjarahan 20 tahun silam. Ia jadi saksi bisu Reformasi 98.

Sebelum pekik reformasi berkumandang pada 20 tahun yang lalu, kawasan Pintu Besar Selatan, Glodok adalah sentra bisnis subur yang banyak dimiliki oleh warga keturunan Tionghoa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kini dua puluh tahun telah berlalu sejak Reformasi 98 yang diharapkan menjadi titik balik bangsa. Reformasi itu dibayar mahal oleh bangsa Indonesia dengan berbagai kerusuhan, penjarahan, aksi kekerasaan dan perkosaan serta jatuhnya korban nyawa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bangunan-bangunan terbengkalai, teralis diseluruh jendela dan pintu, hingga pagar berduri menjadi bukti transformasi wilayah ini pasca-kerusuhan, yang menjadi penumpang gelap dalam gerbong reformasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Dari puluhan pengusaha furnitur di sepanjang jalan Pintu Besar Selatan, kini hanya tersisa hitungan jari, salah satunya milik Abu.
Abu sekeluarga mengurung diri selama seminggu, ketika kerusuhan terjadi.
Berbeda dengan Abu yang memilih tetap tinggal di kawasan Pecinan itu, banyak warga keturunan Tionghoa yang mengungsi ke tempat lain yang bisa memberikan rasa aman. Bahkan ada yang meninggalkan Indonesia dan mencari hidup baru di negeri orang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Beberapa pemilik bangunan terbengkalai ini berusaha menjualnya, tapi tidak sedikit juga yang membiarkannya rusak atau bahkan ditempati oleh orang lain, tanpa ada rencana untuk membangun kembali bangunan tersebut. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bangunan-bangunan di wilayah itu kini terkunci rapat, berteralis besi, bahkan ada pemilik yang menutup jendelanya dengan batu bata, seolah-olah mengunci rapat kenangan buruk di tempat itu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Salah satu bangunan di Jalan Pintu Besar Selatan sudah berganti fungsi menjadi tempat tinggal padat lengkap dengan sekat-sekat triplek di dalamnya. Ruangan berukuran 3x3 meter itu  rata-rata disewakan dengan banderol Rp300 ribu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Hasanah (55th) bersama keluarganya menyewa salah satu bangunan yang pernah terbakar ketika kerusuhan. Ketika peristiwa kerusuhan teradi, Hasanah masih berjualan di Pasar Glodok, namun trauma yang dalam memaksa ia dan keluarga untuk meninggalkan Jakarta ketika itu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Dulu toko-toko buka hinga malam hari di sepanjang jalan Pintu Besar Selatan, kini paling lama jam tujuh malam suasana sudah berubah sepi. Rawan kriminalitas dan banyaknya bangunan tak berpenghuni makin menguatkan suasana kota yang terluka. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Berbeda dengan kawasan Glodok, Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Jalan Pintu Besar Selatan seolah tidak bisa bangkit pascareformasi yang dibuntuti dengan kerusuhan dan penjarahan. Seperti tenggelam ditarik masa lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)